SATU
Kunang kunang
menerangi dua orang ini memberi sedikit kehangatan diantara kecemasan mereka
berdua sementara si gadis menatap nanar cahaya redup kunang kunang itu berharap
tidak ada cahaya yang lebih terang lagi, butiran air matanya sudah menggenangi kelopak
matanya.Sementara pria di samping gadis itu mencengram kuat celana putihnya
berharap bisa memutar segalanya,ia dan gadis itu sama sama tersiksanya.
“Kita tidak bisa menentang takdir’Lirih gadis itu.
“Memang tidak, tapi percaya padaku takdir yang akan
mempertemukan kita lagi”
“kau berjanji?”Tanya gadis itu ragu.
“Aku pasti akan menemukanmu tidak perduli kau di sembunyikan
takdir yang aku harus ingat di kehidupan lain aku hanya harus mencarimu”Ucap
pria itu tegas.
“kalau begitu kita bertemu di kehidupan lain”Gadis itu
tersenyum miris.Pria tadi mengarahkan tanganya ke puncak kepala gadis itu dan
menyandarkannya di bahunya
Beberapa saat
kemudian Matahari mulai merangkak naik, gadis itu menegakan kepalanya yang
sedari tadi bersender di bahu pemuda itu untuk yang terakhir kalinya ,meski
setengah mati berharap jangan sampai ini yang terakhir,ia harus bisa
mempercayai janji lelaki tadi.Begitupun laki laki itu yang berharap dengan
sangat bisa menepati janjinya,mengikuti alunan nyanyian takdir.Biarkan takdir yang
membawanya sekarang.
****
Ify mengernyitkan dahi saat mobil orang tuanya melintasi
jalanan itu,sepertinya ia merasa takut saat melewati jalanan yang satu
ini.Sepertinya ia pernah mempunyai pengalaman aneh tentang jalanan ini,Otaknya
terus berfikir mengingat hal apa itu namun percuma saja.Bunda Ify yang melihat
anaknya di belakang sedang kebingungan membalik badanya untuk berbicara pada
anaknya.
“Ada apa sayang?”Tanya Bunda
“Bunda.. apa aku pernah lewat sini sebelumnya?”Tanya Ify
penasaran.
“Ify kita baru pindah ke sini..”jawab Bunda nampak
menggantung.
“Tapi aku merasa pernah kesini sebelumnya”Ujar Ify
“Ini jalan menuju sekolah kakak mu dulu ify”jawab ayah.
‘alyssa? Ia dulu bersekolah di dekat sini?” Tanya Ify
bingung.
“Nah ini dia sekolahnya”Riang Bunda ify.
“Sekolah Alyssa dulu sebagus ini?”Gumam Ify
“Ify ayoo bunda bantu mengeluarkan kopermu”Bunda Ify menuju
ke Jok belakang mobilnya dan mengeluarkan 2 koper persegi besar.
“Ayah..apa kau pernah merindukan Alyssa?”Tanya Ify pada
ayahnya yang bertengger di kap mobil menunggu Bunda.
“kadang..tapi semenjak ada Kau..Ify kau sangat mirip
denganya”Ayah Ify menerawang.
“Kau tau kan asal nama Alyssa yang ada di depanmu?”Sahut
Bunda sambil terkekeh.
“Sekarang aku tau..untuk mengenang nya kan’Ify tersenyum
‘kakak yang aku rindukan,walau sanagt bodoh’ gumam Ify dalam hati.
“Ya sudah sebaiknya kau segera mencari kamarmu di lantai 2
,kami sudah memberi tau kepala sekolah kalau seminggu lalu kau tidak bisa ikut
acara perkenalan itu”Ucap ayah Ify.Ify hanya mengangguk.
“Oh ya kamarmu nomor 301 ya sayang’Bunda Ify mengecup kening
Ify dan memasuki mobil .
Mobil ayah Ify kembali melaju menyusuri jalan dan semakin
lama semakin kecil.Ify menyeret 2 koper besarnya menuju ke gerbang sebuah
sekolah menengah atas dengan asrama ini.Ify menatap sekeliling
sekolahnya,Sangat luas dan sedikit terkesan penuh misteri.Ify melihat sebuah
hutan yang lebat di samping sekolahnya, disini sering berkabut rupanya.ify
merasakan nyeri di telinganya saat mendengar sorak sorai anak perempuan di sampingnya,ify
menoleh dan merasakan kepalanya menjadi pening.
“Rio…Alvin…Gabriel..huaaa Cakka..!”Pekik anak perempuan
itu,kepala ify semakin berdenyut.
Ify terpaku melihat beberapa anak laki laki berjalan ke
arahnya bukan hanya karna ketampanan mereka tapi Ify seperti melihat sekelebat
bayang bayang seperti mereka juga.Apa Ify pernah mengalaminya sebelumnya?
“Heii minggir kau gadis bodoh”Seorang laki laki oriental
meliriknya dingin.ify sama sekali tidak bisa bergerak sementara anak anak
perempuan di belakangnya mulai histeris.Ify berhasil menggeser kakinya ketika
menyadari tatapan dari salah satu anak laki laki itu tertuju padanya.Ia
langsung menggeser tubuhnya dan koper kopernya.
“gadis pintar”Bisik seorang pemuda hitam manis,Sementara
dari arah belakang yaitu kerumunan anak perempuan tadi menjadi riuh.
Ify menoleh kearah pemuda tadi yang sudah berlalu dengan
ketiga temanya sementara ify masih mengawasi punggung mereka.Ify menyadari ia
harus secepatnya tiba di kamar asramanya ia pun segera menarik kopernya lagi.
Setelah memasuki lobi sekolahnya Ify ditunjukan sebuah
tangga besar yang akan mengarah langsung ke kamarnya oleh seorang petugas di
sekolahnya.Ify menggaruk tengkuknya mengetahui ia akan membutuhkan tenaga
ekstra keras untuk menarik koper koper besarnya ke atas.
Setelah berhasil menegakkan dua kopernya di mulut tangga Ify
menyeka keringatnya, namun tiba tiba Ia merasakan kopernya bergeser dan ify
segera mungkin menangkap salah satu koper yang akan tergelincir itu.Ify
membulatkan matanya melihat tangannya tepat berada diatas tanga seseorang dan
ify langsung mendongakan matanya.
“Lain kali hati hati”sahut sosok itu,ify langsung ingat
siapa dia,yaitu laki laki di depan tadi.
“Oh iya..terima kasih”Sahut Ify,Ify merasa pernah merasakan
kehangatan tangan itu tapi dimana?
Hatinya meronta ia pernah tapi ia sama
sekali tidak mengingatnya.
“apa kau bisa membawanya kesana?”Pemuda tadi menunjuk tangga
yang sudah menjulang di depan Ify.Ify menggigit bibir bawahnya.
“baiklah ayo”laki laki itu menarik koper besar ify menaiki
anak tangga.Ify mengikuti anak laki laki itu dan menatap punggung anak itu,Ia
merasa pernah bertemu dengannya sebelumnya tapi dimana?ia tidak ingat pernah
berkenalan dengan laki laki itu karna ia sama sekali tidak tau namanya.
‘Aw..”Ify terlalu sibuk mengamati sosok laki laki itu
rupanya tidak melihat anak tangga dan tergelincir.
“Heii kau tidak apa apa?”Laki laki itu membalik badanya dan
berjongkok di dekat Ify.
Ify hanya menyeringai menahan sakit pada pergelangan
kakinya,laki laki itu menarik koper Ify dan berdiri.
‘Nomor kamarmu berapa?”Tanyanya.ify memainkan tanganya
menunjukan nomor 301 laki laki itu pun menarik ke dua koper Ify dan berlalu.
“Heiii tunggu heiii”Pekik Ify,Ify rasanya ingin mengejar
cowok itu tapi percuma saja kakinya sama sekali tidak bisa di pindahkan.
“Pakai ini”Tiba tiba sebuah suara mengejutkan Ify yang sibuk
mengurut kakinya.
“Apa?”Tanya Ify tak mengerti di sodorkan sebuah balsam.
“kau tidak bisa?”Tanya laki laki itu.
“Ti..tidak”Ify tergugup.laki laki itu membuka penutup balsam
dan mengoleskannya ke kaki Ify.Ify memandangi dalam dalam wajah laki laki yang
sangat familiar ini.
“Heii apa aku pernah bertemu kau sebelumnya?”Tanya ify penasaran
setelah sedari tadi menahan pertanyaan itu.laki laki itu mendongakan kepalanya
menyusuri lekukan wajah ify mata merekapun bertemu, tak terasa kepalanya
berdenyut denyut seperti tadi pagi saat melihat gadis ini di hadapannya,Ia
hanya mampu menggidikan bahunya sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
Ify memalingkan wajahnya dari laki lai itu ia merasa kesal
karena menurutnya ia pernah bertemu dengannya sebelumnya.Ify menggerang
merasakan sakit luar biasa di kakinya,ia lalu mengalihkan pandanganya ke
pembuat sakit itu.
“sakit”keluh ify.
“salah urat”ucap cowok itu dingin sedingin kabut diluar
sana.
“Siapa nama mu?”Tanya Ify Ia masih sangat penasaran.
‘Bilang saja jika ingin berkenalan’Sahut laki laki tadi.Ify
membulatkan matanya dan meatap laki laki itu tajam
Laki laki itu selesai dengan kaki Ify dan menuntun Ify
berdiri lalu meletakkan tangannya di samping ify.Ify sedikit terlonjak dan
kesal dengan perlakuan laki laki itu sebentar baik sebentar jahat lagi tapi
jika menolak ia bisa merangkak untuk sampai kamarnya
“Sebaiknya langsung ke kamar’Ucap laki laki itu,ify hanya
mengangguk saja dan berusaha berjalan.
Ify menatap nomor kamarnya sudah ada di hadapannya dan dua
kopernya di depan pintu kamarnya.Laki laki itu mengetuk pintu kamar Ify tidak
lama kemudian seorang gadis oriental keluar dari dalam.
“Aaaa”Gadis itu menutup mulutnya tidak percaya melihat hal yang
ada di depanya,Ify mengernyit bingung melihat gadis tadi sudah kembali kedalam
sementara itu ify bisa merasakan laki laki tadi sedang menghela nafas.
“ada apa sih?’Tiba tiba keluar lagi gadis tomboy dari pintu
itu.Dan mengamati ify dari ujung sepatunya sampai puncak kepalanya.
“kamarku disini”ucap ify cepat.
‘Ohh ya ayoo masuk kau pasti Alyssa”Ucap gadis tomboy itu.
Sementara itu lelaki tadi melepaskan rangkulannya di
pinggang Ify dan memijat keningnya, mengapa sakit sekali saat mendengar nama
itu.
“Ify saja”Jawab ify.Sementara gadis tomboy itu hanya
mengangguk dan mempersilahkan Ify masuk.
“Heii terima kasih siapapun namamu,Terima kasih banyak”Pekik
Ify yang kepalanya menyembul dari pintu setelah mengingat ia belum
berterimakasih kepada laki laki tadi
yang sudah berjalan menjauh,Ify kembali ke kamarnya dan menutup pintunya berharap laki laki itu mendengarnya,sementara
laki laki itu senyumnya mengembang di bibirnya sambil terus berjalan menyusuri
koridor asrama putrid.
“Itu kamarmu”gadis tomboy tadi menunjuk sebuah ranjang di
dekat jendela Ify mengangguk mengerti.
Ify mengedarkan pandanganya ke penjuru kamar dari jendela
itu ia bisa melihat hutan tadi ternyata di tengahnya terdapat sebuah danau,Ify
berjanji nanti ia akan mengunjungi danau itu.Sementara itu pandangan ify berhenti saat menangkap sosok gadis oriental
yang tadi sedang menatap tak percaya ke arahnya.
“hai aku Ify,kau?”Tanya Ify.
“Si..Siv..Viaa”jawab gadis itu gagu.
“Si..Siv atau via?”Tanya ify tidak mengerti.
“Sivia ! dan aku agni”Agni baru keluar dari dapur mengambil
alih pertanyaan Ify,Ify lalu menoleh kearah Sivia yang mengangguk bersemangat.Ify
hanya tersenyum ke arahnya,cukup aneh batin ify
“Kamu dan Rio?”Tanya Sivia tiba tiba.
“Rio?”Ify malah balik bertanya.
“lelaki tadi yang merangkulmu”jawab Sivia.
“namanya Rio?tidak kamu tidak seperti itu”Ujar Ify.Ify
sedikit kaget mendengar kata ‘merangkul’ ia baru menyadarinya
“kau beruntung sekali’Ucap Sivia semangat.
“apa?”aku masih tidak mengerti.
“Rio salah satu anak yang paling populer tahun ini”Pekik
Sivia,Aku hanya mengangguk mengerti sekarang mengapa Sivia bisa bersikap seaneh
tadi
‘sudahlah Via kau ini terlalu terobsesi dengan mereka”protes
Agni.Aku hanya mengangguk kali ini setuju.”Ify kau sudah membuat perlengkapan
MOS?”sambung Agni.
“Emm ada yang belum”sahut Ify.
“baiklah ayo kita buat bersama”Ajak sivia.
Sepanjang malam mereka mengerjakan papan nama beserta
perlengkapan lainya,setelah selesai mereka kembali ke ranjang masing masing.Ify
memandang bintang di langit sana sambil membayangkan Alyssa dulu yang
bersekolah disini,lalu apa yang terjadi pada anak itu sampai ia menjadi
nekat.tiba tiba bayangan Rio muncul, Ify menerawang kembali sentuhan tangan
Rio,wajah itu, dan suara itu..Ify bersumpah pernah mendengarnya tapi ia sama
sekali tidak ingat begitupun juga Rio.
Ify menurunkan lengan panjangnya karna udara yang dingin
lalu mengelus pundaknya.Matanya sudah terasa berat dan Ia memutuskan untuk
tidur menyusul Sivia dan Agni yang sudah
terlelap lebih dulu.
***
Ify segera mengambil langkah panjang panjang agar segera
sampai di tempat Mos.Ify langsung mempercepat langkahnya ketika melihat pintu
kelas yang ia tuju,tanganya berhasil menggapai daun pintu itu dan ia langsung
membungkuk sambil mengambil nafas karna kelelahan
“heii kamu telat”Seorang kakak MOS sudah berkacak pinggang
di depan ify.Ify hanya bisa menatap takut takut kakak itu.
“kamu dihukum!”perintahnya , Ify hanya mengangguk lemah.
“kamu ambil sapu di gudang itu”kakak itu menunjuk sebuah
ruangan dengan pintu putih besar.Ify mengikuti arah telunjuk tangan kakak itu
dan meneguk ludah ketika melihat ruangan itu.
Bayangan itu berputar di otaknya ketika semakin mendekat
ruangan itu,ia memiliki firasat buruk tentang ruangan ini dan ia sama sekali
tidak ingin memasuki ruangan itu Entah mengapa kali ini ify yakin sebaiknya
jangan masuk ke sana, seperti Ia pernah melakukanya dan tidak ingin
mengulanginya.Ify menoleh kearah anak perempuan yang menyuruhnya.
“Cepat masuk!”Gertaknya.Ify merasakan tanganya bergetar
memegang handle pintu tadi.
“lama sekali”Bentak kakak tadi.Ify membuka pintu itu dengan
tenaganya yang tinggal sedikit itu.
‘Kleek’Pintu itu mulai terbuka,Ify merasakan tenaganya
tersedot habis.Ia hanya sempat mengintip sedikit ke ruangan dengan pencahayaan yang sedikit itu sampai semuanya terasa benar
benar gelap.



0 komentar:
Posting Komentar