Blogroll
Labels
- Another Life (16)
- Cerpen (14)
- Love your life (15)
- Red (7)
- Resensi (1)
- Sajak (7)
- taylor swift (9)
- Untuk Neptunus (1)
Blog Archive
-
▼
2012
(28)
-
▼
Desember
(17)
- Another Life l Sebelas
- Another Life l Sembilan
- Another Life l Delapan
- Another Life l Tujuh
- Another Life l Follow me (Six to seven)
- Another Life l Enam
- Another Life l Lima
- Another Life l Four to Five
- Another Life l Empat
- Another Life l Dua
- Another Life l Tiga
- Another Life
- Dalam hidup, pilihan hadir sesering nafas berhembu...
- IF I CAN I WANT DELETE THIS DAY
- Sebuah Misi
- Our Weird Our Pride!
- THISEMBER BE MINE after All This Pain.....
-
▼
Desember
(17)
Watched
Rabu, 12 Desember 2012
Another Life l Tujuh
TUJUH
Sivia masuk ke rumah kaca dengan muka kusut,Hari ini Alvin mengajaknya menemui Mrs.Shilla –lagi- Alvin memohon pada Sivia untuk mengantarnya ke perpustakaan,Sivia cukup kuat untuk tidak menangis seketika disana dan masih sempat mencari alasan tepat untuk menolaknya,Alvin tersenyum sedih pada Sivia sebelum membalik badanya dan berlalu menuju perpustakaan tapi Sivia lebih sedih dari Alvin,Sivia lebih sakit dan Sivia jauh lebih terluka
Sivia merasakan telunjuknya basah oleh embun pagi yang menempel di daun daun pohon strawberry,Sivia memotong beberapa buah yang sudah merah dan siap di panen ,hari ini Sivia pergi sendiri ke rumah kaca tempat ekstrakulikuler berkebun,Sivia sudah melewatkan pertemuan pertama mereka kemarin karena menonton latihan anggar Alvin dan pergi ke perpustakaan ,Sekarang Sivia menyesal sepenuhnya melewati ekstrakulikuler ini.
Sivia menghela nafas lelah dan menghempaskan dirinya duduk di dekat pohon strawberry,Sivia ingin menangis sekarang karena Alvin lagi lagi mengajaknya bertemu Mrs.Shilla dan sudah jelas Sivia menolaknya mentah mentah hatinya seperti di tikam mendengar ajakan Alvin mengalahkan udara dingin yang menusuk.Sivia merapatkan jaketnya karena udara yang sangat dingin menembus kulitnya,lalu menghitung banyak strawberry yang ia dapat hari ini,Agni berjanji akan memasak malam ini katanya ia akan memasak pancake saus strawberry dan Sivia bertugas mencari strawberrynya sementara Ify tidak kebagian tugas Karena Agni sebenarnya ingin memberi sedikit kejutan untuk Ify mengingat ify sudah terlalu sedih akhir akhir ini jadi Ify tidak tau apa apa soal ini.
Sivia melihat di sebelah barat ada pot pot kecil bunga mawar yang baru di tanam pasti kegiatan berkebun kemarin adalah menanam bunga mawar.Sivia mengambil sebiji strawberry dan memasukannya ke mulutnya detik berikutnya Sivia menyipitkan matanya karena buah itu terasa kecut.Ahh bagaimana saus strawberrynya nanti, Sivia bergidik membayangkan kecutnya saus yang akan Agni buat nanti.Ketika akan mendongak ke atas Sivia mendapati butiran butiran putih dengan cawan salem bersih di hadapannya,Sivia mendongak lebih ke atas lagi dan betapa terkejutnya Sivia mendapati Gabriel menyeringai kaku di hadapannya.
“Tambahkan ini pasti tidak akan semasam itu”Gabriel mengambil tempat di samping Sivia dan mengambil satu buah strawberry dari keranjangnya.
“Emm..”Sivia mengangguk ngangguk pada Gabriel saat sudah menikmati rasa masam strawberry itu berubah menjadi rasa segar dan berlumer rasa manis gula di mulutnya.
“Hahahaha..”Gabriel tertawa melihat tingkah lucu Sivia.
“Gabriel jangan kau makan semua ini untuk membuat saus”Gumam Sivia sambil mencomot satu strawberry lagi.
“Aku baru makan satu dari tadi,Sivia kau yang makan banyak sekali”Gabriel terkekeh geli sambil geleng geleng kepala.
“Ahh nanti aku petik lagi,Sudah habiskan saja ini dulu”Gabriel tersenyum geli mendengar kata kata Sivia.
“Hari ini tidak pergi dengan Alvin”Sivia nyaris menelan bulat bulat sebuah strawberry ukuran sedang ke kerongkongannya.
Sivia menggeleng kaget sambil mengunyah kesal strawberrynya,Gabriel hampir membuatnya mati tersedak.
“Kenapa ?”Tanya Gabriel penasaran “kamu kan sering terlihat bersamanya”Gabriel tersenyum menggoda.
“Tidak tidak”Sivia menjauhkan dirinya dari Gabriel dan mengibas ngibaskan tangannya di depan dada.”Kami Cuma teman”Sivia merenggut
“Wah tapi tidak terlihat begitu”Gabriel tidak menyerah.Sivia menggidikan bahunya
“Dia tidak menyukaiku,kau tau..”Nada suara Sivia berubah datar,Sivia memandang iringan awan yang ada diatasnya
“Maksudnya? Tapi..”Gabriel menaikan sebuah alisnya tidak mengerti
“Dia menyukai Mrs.Shilla”Sivia tersenyum samar pada Gabriel.
“Tapi menurutku dia juga menyukaimu”Gumam Gabriel,Sivia lalu tersenyum.
“Jangan bicara sesuatu yang menyenangkan untuk menutupi hal yang tidak menyenangkan.Intinya sama saja”Sivia menepuk nepuk belakang celananya lalu kembali mengambil gunting untuk memetik strawberry.
Gabriel mengikuti Sivia lalu melakukan hal yang sama,Gabriel memetik sebuah strawberry yang sudah merah dan menyodorkannya pada Sivia.Sivia mengernyitkan dahi tidak mengerti maksud Gabriel.
“Makan ini”Gabriel kembali menyodorkan strawberry itu pada Sivia sambil tersenyum.Sivia hanya pasrah dan menggigit ujung strawberry itu.
Setelah Sivia memakan strawberry itu,Gabriel menggigit strawberry yang sama Sivia melebarkan matanya melihat tingkah Gabriel,tapi Gabriel lalu tersenyum santai.
“nahh bagaimana rasanya?”Tanyanya.Sivia masih belum bicara karena kaget.
“Cinta itu seperti strawberry, masam tapi menyegarkan”Gabriel tersenyum simpul ke arah Sivia,Sivia hanya mengangguk kaku.
***
Gabriel mendorong pintu kamarnya dan mendapati Alvin membaca sebuah buku sementara Cakka menonton televisi.Gabriel berjalan menuju dapur dan mengambil sekaleng soda dari kulkas,Gabriel membukanya dan merasakan sensasi soda di kerongkongannya.Gabriel bersandar pada sebuah lemari kayu kokoh di dekat cakka dan Alvin,Cakka menoleh pada Gabriel lalu tersenyum penuh arti.
“Semalam kau mimpi apa Hah? Tidak biasanya ikut berkumpul disini”Cakka tersenyum geli,Alvin menutup bukunya dan ikut kaget mendapati siapa yang ada di sini.
“Tidak ada,lagipula sudah lama sekali tidak seperti ini”Gabriel tersenyum tipis mengingat dulu betapa seringnya ia menghabiskan waktu berempat tapi setelah mendengar semua cerita itu perlahan Gabriel menjauh sampai akhirnya nyaris hilang dari dunianya sendiri.
“Kau baru dari mana Gabriel? Bertemu penyihir?”Ledek Alvin
“Apa Sivia termasuk penyihir”balas Gabriel,Alvin dan cakka menatap Gabriel tidak percaya.
“Si..Sivia?”Alvin terperangah
Gabriel mengangguk santai lalu melempar kaleng sodanya yang kosong ke tempat sampah di sebelahnya.”Whats wrong?”Gumamnya santai.
“Ah tidak.. lagipula tidak biasanya kau bertemu dia”Sahut Cakka,Alvin mengangguk.
“kau pikir dia hantu hanya bisa dilihat dalam waktu tertentu”Gabriel melirik heran Cakka.
“nah sekarang kau selucu Sivia”Gumam Alvin,Cakka tersenyum geli.
“Sivia memang lucu.. dia wanita yang sangat spontanitas”Jawab Gabriel.Alvin mengangguk.
Gabriel menceritakan bagaimana Sivia terperosok saat berlari bersemangat menangkap kupu kupu yang terbang
melintasinya,lalu saat Sivia menahan malu saat Gabriel bertanya soal Alvin dan Ekspresi ekspresi konyol wajah Sivia.Cakka dan Alvin ikut tertawa saat mendengar cerita Gabriel,Cakka sampai ingin menangis terharu mendapati Gabriel kembali ke Gabriel yang dulu,Gabriel yang ceria..hangat dan menyayaginya,Alvin dan Rio.Gabriel sudah pulang kembali ?
Rio mendengar gelak tawa dari dalam kamarnya,gelak tawa yang sudah lama tidak di dengarnya..dan betapa ia sangat merindukannya,Rio mendengar dari luar komentar Cakka dan Alvin tentang Cerita Gabriel lalu mereka tertawa bersama,Gabriel sudah pulang..dia kembali.Rio tersenyum sumringah membuka handle pintu dan masuk keruangan itu,Rio mendongak bahagia mendapati teman temannya tertawa lepas dan kali ini ada Gabriel disana juga tertawa.Bahkan Rio menangkap ekspresi terharu Cakka dan senyum bahagia Alvin.
“Hai”sapa Rio,Alvin dan Cakka menoleh ke arah pintu sambil setengah tertawa lalu melambaikan tangannya pada Rio.
“Hai Gabriel”Sapa Rio canggung melihat mendadak ekspresi bahagia Gabriel berubah datar saat melihatnya.Tidak ada Balasan.Rio tau Gabriel tidak pulang kepadanya
“Aku pergi dulu”Gabriel melangkah keluar melewati Rio yang berdiri pucat di ambang pintu.
“Maaf”Lirih Rio pada Alvin dan Cakka saat Pintu sudah di tutup Gabriel.Cakka mengangguk pelan sambil tersenyum tipis,Alvin memaksakan seulas senyum juga pada Rio.
Rio berjalan gontai menuju ranjangnya lalu menghempaskan jaket miliknya sembarangan,Hari ini Rio tau kalau Gabriel tertarik pada Ify..seperti Rio tertarik pada Ify dan Rio malah tau alasan Gabriel tertarik pada Ify karena Ify memang kriteria Gabriel sementara bodohnya Rio bahkan tidak tau alasannya menyukain Ify,hanya seperti ngengat tertarik pada cahaya.Sekarang Rio ragu akan perasaannya sendiri.
Rio memejamkan matanya mencoba tertidur untuk menghilangkan rasa sakit pada hatinya dan rasa berat di kepalanya akibat guyuran hujan saat menemani Ify ke makam Tristan tadi pagi.Kalau begini keadaanya mungkin hanya ada satu jalan keluar dan satu kesempatan lagi untuk Rio,terakhir kalinya.
***
Ify sampai di kamar dengan rambut setengah kering dan pakaian yang lembab, kepalanya terasa agak pening,Ify meringis memikirkan Rio apa Rio juga merasakan pening sekarang atau Rio susah bernafas karena flu,Ify jadi khawatir sendiri.Ify mengetuk pelan pintu kamarnya dan dapat mencium aroma harum kue dari dalam,Agni pasti sedang memasak.Ify mendorong pintu kamarnya ceria dan mendapat kejutan special di hadapannya.
Sivia dan Agni bergegas menuangkan saus strawberry pada pancake yang baru matang saat mendengar suara ketukan pintu,Agni segera membawa piring putih itu ke dekat pintu yang diikuti Sivia di belakangnya.lalu saat Ify mendorong pintu kamar mereka Agni dan Sivia sama sama berteriak ‘kejutan’ dan Ify langsung menganga saat mendapati piring berisi pancake strawberry di depannya.
“Sivia Agni..”Ify tidak percaya “Terimakasih”lirih Ify
Sivia dan Agni menghamburkan pelukannya kepada Ify,Ify merentangkan tangannya lebar lebar dan menerima pelukan dua sahabatnya itu.Ify menitikan air mata merasakan baru pertama kalinya Ia menemukan sahabat seperti ini.Dulu ia dan keluarganya suka berpindah pindah sehingga Ify tidak mempunyai sahabat tetap dan ketika ayahnya memutuskan untuk kembali ke rumah lama mereka Ify menemukan dua orang di pelukannya ini.Entah kenapa Ify selalu terharu saat mendapat perhatian dari sahabatnya ini,Rasanya seperti mimpi.
“Ayoo coba kue buatanku”Ujar Agni,Sivia mengangguk paling semangat.Ify terkekeh geli.
“Agni E..emm..enak..”Gumam Sivia sambil mengunyah pancake itu.Ify mengangguk setuju lalu mengacungkan jempolnya pada Agni,Malam itu mereka semua tertawa gembira,untuk pertama kalinya setelah kematian Tristan
***
Rio berjalan di bawah sinar matahari pagi menyusuri koridor menuju asrama putri,Rio menaiki tangga yang merupakan tempat dulu ia bertemu Ify lalu menghela nafas berat,mungkin selanjutnya Rio hanya akan bisa membayangkannya,merasakan aroma shampoo Ify diudara atau samar samar harus parfum gadis itu,mungkin setelah ini Rio akan jarang merasakannya atau Rio mungkin akan samar samar merasakan hangat sentuhan tangan Ify mungkin lama lama semua itu menjauh dan benar benar hilang.. dan Rio akan merindukannya
Rio mengetuk pintu kamar Ify lalu disambut riang oleh Sivia,Rio duduk di Sofa menunggu Ify mengganti baju.Hari ini Rio memang sengaja tidak memberi tau Ify akan mengajaknya pergi dengan langsung menuju kamar anak itu saja,20 menit kemudian Ify sudah rapi dengan rok remple mengembang di bawah lutut warna hitam legam dan kemeja pink terang dengan hiasan pita baby pink dikepalanya,Rio melihat Ify seperti mainan anak perempuan milik temannya dulu sewaktu kecil atau mirip tokoh tokoh buku dongeng yang diimpikan banyak orang,termasuk dirinya.
“Nah sekarang kita mau kemana?”Tanya Ify semangat sampai untaian rambutnya bergerak gerak lucu seirama.Rio hanya
tersenyum menikmati setiap detik yang akan cepat berlalu ini.
“Ayo kita pergi sekarang,Bye Via.. Bye Agni”Ify menarik lengan jaket tebal Rio lalu menutup pintu kamarnya.
“have fun Fy”Seru Sivia dari dalam kamar,Ify tersenyum bahagia sambil memegangi jaket Rio.
“Ify kalau kau melepaskan jaketku aku tidak akan hilang.Aku janji”Gumam rio sambil menahan senyum,Ify merenggut lalu melepaskan jaket Rio dengan kesal.
“How childish you’re”Rio mengacak ngacak rambut Ify gemas.Ify tersenyum senang lalu kembali menarik lengan jaket Rio,Rio menghela nafas berat mungkin kali ini kesempatan terakhirnya .Rio menggandeng tangan Ify lembut.
Ify merasakan jantungnya lelah sekali dan tiba tiba berhenti saat kulitnya dan Rio bersentuhan.Ify bahkan lupa bagaimana bunyi jantung yang normal karna sekarang jantung Ify berdetak sangan kencang sampai Ify hanya bisa merasakan suara jantungnya saja.
“Hari ini ayo kita pergi ke tempat yang tidak pernah kita lupakan”Rio tersenyum tipis pada Ify,Ify menyambut dengan senyum bahagia.seperti biasanya.
***
Gabriel melangkah menuju kamar Sivia,hari ini ia ingin menemui Sivia untuk menyerahkan kupu kupu hasil tangkapannya kemarin,Sivia pasti senang sekali.Nafas Gabriel tercekat mendapati punggung Rio dan Ify berjalan menjauh sambil bergandengan tangan,kaki Gabriel lemas seketika.
Gabriel mengetuk nyaris tanpa tenaga pintu kamar Sivia, lalu tak lama kemudian muncul Sivia dari balik pintu dengan piyama warna putih dengan boneka Winnie the pooh menggemaskan di tangannya.Gabriel tersenyum geli melihat Sivia dan ekspresi wajahnya yang sangat lucu.
“Ify..kenapa kembali lagi”Seru Sivia lalu menutup mulutnya dengan tangan saat mendapati Gabriel berdiri di depannya.
“Gabriel”Sivia mebelalakan matanya,Orang ini selalu mengagetkannya.
“hai”Seru Gabriel.
“Aa aku belum mandi”Panik Sivia lalu berlari ke kamar mandi secepatnya.Gabriel terkikik geli lalu bersandar pada daun pintu menunggu Sivia selesai.
“Gabriel? Mencari Ify?”Tanya Agni janggal.Gabriel menggeleng.
“Sedang menunggu Sivia”Agni menatap Gabriel tidak percaya lalu menatap Gabriel aneh.
“Sivia sedang mandi kalau mau tunggu di dalam saja,Aku ingin keluar”Gumam Agni lalu mendrible bola basketnya diikuti decitan sepatu Agni yang mulai samar samar
Gabriel duduk di sofa lalu menerawang jauh mengingat Ify dan Rio,Gabriel dapat mengingat jelas senyum bahagia Ify saat bersama Rio.Gabriel juga mengingat soal pelangi waktu itu..Pelangi,sekali datang memberi kebahagiaan dan pergi dengan kenangan,Gabriel merasa ia harus seperti pelangi itu.Gabriel mungkin bisa melakukan satu hal dan setidaknya kemungkinan besar membuat Ify tidak berhenti tersenyum
Tak lam kemudian Sivia keluar dari kamarnya dengan dress tosca di badanya lalu rambutnya diikat satu tinggi tinggi.Gabriel menahan senyum melihat penampilan Sivia.
“Maaf aku tadi shock melihatmu di depan pintu kamarku”Cerocos Sivia,Gabriel bangkit dari sofa dan berjalan menuju arah Sivia.
“Tidak apa apa..aku juga lupa memberi tahu mu kemarin”Ujar Gabriel
“Memangnya ada apa?”Tanya Sivia heran
“Aku ingin mengajak mu keluar hari ini”Sivia membeku mendengar perkataan Gabriel lalu dengan lemahnya Ia mengangguk.
“Oiaa ini aku bawakan sesuatu”Gabriel menyerahkan toples berisi kupu kupu kuning pucat berterbangan di dalamnya,Mata Sivia berbinar
“Aaa beautiful”Seru Sivia,Sivia menerima semangat toples itu dan meletakannya dekat jendela kamarnya.
“Ayo pergi sekarang”Seru Sivia sambil mengamit lengan Gabriel,Gabriel terkejut dengan sentuhan Sivia yang membuatnya mengingat sesuatu.
***
Agni melempar dengan perhitungan yang tepat bola basketnya dan Masuk ke Ring dengan Mulus,detik berikutnya terdengar suara tepuk tangan di belakangnya,Agni menoleh ke belakang dan membuang muka begitu mendapati siapa yang ada di belakanngya.
Cakka berjalan mendekati Agni yang sudah siap dengan langkah besar besar untuk bergegas pergi,cakka menarik tangan Agni cepat sehingga langkah Agni berhenti.Agni mendengus kesal tapi Cakka tersenyum santai.
“Agni buatkan aku bubur ayam lagi”Pinta Cakka,Agni melotot mendengar perkataan Cakka.
“Apa?!”Tanya Agni tidak percaya
“Buatkan aku bubur ayam waktu itu”Ulang Cakka
“Untuk apa ha?”Ketus Agni
“Balas budi.. bukannya aku mengobati lukamu waktu itu”Agni berdecak kesal tapi Ia bukan tipe yang suka berhutang budi.
Cakka mengikuti Agni dari belakang menuju arah dapur sambil tersenyum penuh kemenangan.
Agni menarik keluar bungkus bubur instant dari tempatnya dengan kasar lalu membuka bumbu tambahannya dengan tidak sabaran,Agni juga mencincang ayam dengan tergesa gesa,Cakka melihat itu geli sendiri.
Cakka berjalan santai ke arah kulkas dan mengeluarkan beberapa cupcake buatannya dari sana,cakka tersenyum riang dan menghampiri agni yang memasak dengan terpaksa disana.
“Agni”panggil cakka,Agni hanya diam saja.
“Agni menurutmu ini bagus atau tidak”Pancing Cakka kembali tapi masih tidak ada reaksi
Agni nyaris melayangkan pisaunya ke arah Cakka,Orang itu cerewet sekali disana sementara Agni bekerja.Agni sudah selesai dengan bubur ayamnya yang sangat berantakan itu lalu dengan malas menyodornkannya pada Cakka
“Sudah Ja..”Agni kehilangan suaranya ketika melihat deretan cupcake di depannya
‘SORRY’ 5 deret cupcake dengan warna warni itu berjejer rapi di sana,Agni masih belum bisa bicara lalu Agni melihat
Cakka yang tersenyum padanya sambil membawa cupcake itu.
“Sorry”Ujar Cakka,Agni masih belum bicara.Ia masih luar biasa kagetnya dan masih asyik mendengar debaran jantungnya
***
Rio memetik beberapa bunga untuk Ify bawa pulang setidaknya Ify masih bisa melihat bunga Ini walau tidak akan ke tempat ini lagi,Rio teringat kata kata Ify saat pertama kali Rio mengajaknya kesini
”Aku menyukainya,Tempat ini,Matahari,Bunga ini,Kamu…Aku menyukainya sekarang”Kata Ify sambil menatap lurus Rio yang terpaku menatap Ify.”Tapi aku tidak tau nanti saat tempat ini,bunga ini, dan kamu pergi…mungkin aku tidak menyukainya lagi”Ify menghela nafas sebentar “Kau tau Rio.. Ku rasa kalau satu hal yang kau suka pergi semuanya akan terasa berbeda”
Rio menghela nafas sebentar lalu menghampiri Ify yang sedang bersenandung kecil sambil berlari lari di tengah padang bunga itu
“Ify..kau simpan ini ya”Ujar rio,Ify mengernyitkan dahi bingung.
“Aku mungkin tidak sempat mengajakmu ke sini lagi”Ify terpaku mendengar kata kata Rio, panas matahari yang tadinya
hangat berubah menyengat
“Ma..Maksudmu?”Tanya Ify
“Mungkin aku sibuk akhir akhir ini”Bohong Rio melihat raut khawatir di wajah Ify,Ify mengangguk sebentar.
“Nah kalau tidak bersamamu aku tidak akan kemari”Ujar Ify sambil meletakan tangannya di bahu Rio dan tersenyum,Rio merasa tangan Ify sangat berat, berat untuk dilepas.
“Aku juga tidak akan kesini tenpa bersamamu”Rio mengusap lembut pipi Ify,untuk pertama kalinya Rio tidak ingin melihat matahari karna besok semua ini hanya bagai fatamorgana.
“Rio kalau begitu ayo kita ke danau itu”Ify menunjuk sebuah danau tak jauh dari mereka,Rio mengangguk dan menggandeng tangan Ify membuat Ify berjalan cepat mengikutinya
Sepanjang jalan Ify tertawa senang berharap hari ini tidak pernah usai,Ify merasa Rio begitu dekat hari ini,Menjemputnya tadi pagi, berani menatap mata Ify bahkan berinisiatif sendiri mengenggam tangan Ify,Ify tertawa senang dengan perlakuan Rio.
“Waaaw”Gumam Ify melihat air danau yang bersih dengan pegar tanaman pinus di sekelilingnya
“Airnya tenang”Ujar Rio,Ify menoleh dan melihat rambut hitam kecoklatan Rio tertiup angin
Ify berlari kecil ke tepi danau,Rio mengikutinya santai dari belakang sambil tersenyum tipis.Ify melepas flat shoesnya dan
menikmati air danau yang dingin dengan kakinya,Rio bersandar pada sebuah pohon pinus dan memejamkan matanya.
“Rio Rio”Ify menepuk pipi Rio pelan.Rio membuka pelan matanya dan mendapati wajah manis Ify begitu dekat dengan
dirinya
“Ayo bagun sudah sore”Ujar Ify tangannya masih di pipi Rio,Rio masih belum bersuara menikmati hangatnya sentuhan Ify.
“Kalau pulang sekarang tidak seru”Ujar Rio lalu menyentuh tangan Ify yang ada di pipinya dan menurunkan tangan Ify
“Jadi boleh main lagi?”Seru Ify girang,Rio mengangguk
Ify berlarian ke danau lalu memainkan air danau sambil tertawa riang,Rio dapat melihat siluet Ify memainkan air yang seakan berwarna keemasan di terpa matahari yang akan terbenam.Rio berjalan menghampiri Ify yang tengah asik memainkan air danau.
“Rio ayo main”Ujar Ify sambil memercikan air ke arah Rio
“Aku tidak suka basah”Jujur Rio sambil menghindar.
“Ayo main”Ujar Ify sambil berlari mengejar Rio.
Rio dan Ify saling berkejaran di pinggir danau sambil memercikan air tanpa memperdulikan matahari yang hampir tenggelam dan langit yang semakin menggelap.Rio tertawa lepas hari ini,hari yang mungkin terakhir kalinya Rio berjanji untuk hari ini tidak akan membayangkan hal yang terjadi esok,untuk hari ini Rio berharap waktu diam saja, membisu menunggu Rio untuk siap bergerak lagi, untuk hari ini Rio menjadi egois sebelum benar benar kehilangan
“Rio h..hh..a..hh ku lelahh”Nafas Ify terengah engah,Rio berlari ke belakang mendekati Ify lalu duduk di samping Ify sambil mengatur nafasnya
“Tepat”Ujar Rio lalu menunjuk ke arah barat
Ify melihat sebagian bayangan cahaya matahari pada danau itu lalu perlahan benar benar menghilang pada garis pandangnya,Ify tersenyum senang melihat langit yang berwarna orange dengan semburat kemerahan itu di tambah lagi ada Rio di sisinya hari ini Ify merasa lengkap.
“Rio boleh aku beristirahat?”Tanya Ify,Rio mengangguk lalu mengarahkan kepala Ify pada Bahunya
Rio merasakan deru nafas Ify teratur sementara Rio juga bisa melihat air muka Ify yang tenang dalam tidurnya dan Rio bisa melihat jelas senyum Ify terukir di bibirnya,Rio menatap Ify sepuasnya..selama ia bisa agar tidak pernah menyesal nantinya.
“Ify”Rio membelai lembut rambut Ify tak lama kemudian Ify terbangun
Ify membuka matanya yang berat lalu tersenyum senang melihat kerlipan cahaya kuning ke hijauan di depannya, indah seperti kembang api hanya lebih dekat.
“wauw..”lirih Ify.Rio tersenyum sambil menatap kilapan cahaya dari kunang kunang itu.
Ify kembali menyandarkan kepalanya pada bahu Rio berharap tidak pernah kehilangan orang itu,Ify seperti merasakan apa yang terjadi juga kehilangan Rio,Ify seperti tau rasanya dan tidak ingin merasakannya lagi.
Categories
Another Life,
Cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar