Jumat, 28 Desember 2012

Another Life l Sebelas

Diposting oleh Ossi Widiari di 17.55


SEBELAS 




Ify merasakan genggaman itu, perlahan ke hangatan mengisi hatinya yang porak poranda tapi Ify sama sekali tidak dapat membuka mata,kaku.Ify tidak bisa berkata kata bibirnya terasa kelu.Ify merasa tidak berdaya.Ify merasa hatinya perih,Rio sekarang ada disini tapi Ify tidak bisa membalas genggamannya.Rio ada,disisinya tapi tidak bisa di raihnya.Itu membuat Ify terluka,Kecewa.

“Rio..Lihat Ify menangis”Seru Sivia.

“Ify..Ify apa yang terjadi?”Ujar Rio panik,Ia mempererat genggamannya.

Ify bisa merasakan kekuatan baru dari sentuhan Rio,Ify merasa ringan.Ify harus berusaha karena Ia tau satu hal,Rio menunggunya.Rio ada disana,menggenggam erat tangannya dan tidak akan pernah melepaskannya.




Ify berusaha keras membuka matanya, alih alih melihat Rio ia malah terbangun di bukit tempat pertama kali Rio mengajaknya melihat matahari.Ify tidak tau mengapa ia bisa ada di sini,Ia menoleh ke kiri dan kanan untuk mencari Rio,Ify berlari kecil menyusuri padang bunga itu sambil mencari cari sosok Rio di sekelilingnya.

“Rio”Gumam Ify.

Rio tersentak saat Ify memanggil namanya tapi Ify masih terjaga,Ia mengeratkan genggamannya sambil terus membelai rambut Ify.

“Aku disini” Ify mendengar suara itu bagai bisikan,sesaat ia merasa tenang.Ia mengikuti arah suara itu samar samar bayangan Rio mulai nyata.Ify berlari sekuat tenaga mengejar Rio.
Nafas Ify sudah satu satu perlahan sosok Rio semakin nyata,seulas senyum terukir di bibir Ify.Ify tau Rio tidak kemana mana.

“Rio..”Panggil Ify.Rio hanya tersenyum.

Nafas Ify  tertahan ketika sinar matahari begitu terang dan menyilaukan,perlahan Rio hanya bisa menjadi sosok siluet yang di telan matahari.Rio pergi!Ify terbelalak,Rio pergi lagi!

“Rio jangan pergi..Rio”Isak Ify,Sivia kebingungan melihat Ify terus mengigau seperti itu.

“Ify aku disini..Ify”Rio berbisik di telinga Ify menenangkan.

“Jangan Rio… jangan tinggalkan aku”Pekik Ify.Kata kata Ify membuat hari Rio sakit

“Ify,aku disini ify.Disampingmu”Rio mengecup tangan Ify pelan.

“Aku disini,kenapa kau  pergi Rio.Aku benci matahari,Kembali lah Rio.Aku disini Rio”Ify terus mengigau.Rio langsung cemas,Ia menghawatirkan Ify,pansanya begitu tinggi sehingga ia mengigau terus.

“Sivia cepat panggil dokter,badannya semakin panas”Seru Rio panik.

“Baik,Tunggu sebentar”

Rio mencengkram erat celananya karena frustasi menunggu Ify di tangani dokter sementara Sivia duduk dengan gelisah.Tiba tiba,Agni datang dari ujung koridor.

“Sivia? Apa kenapa?’Tanya Agni tidak sabaran.

“Ify,panasnya naik terus”Ujar Sivia sedih.

‘Tidak..Ify”Ujar Agni putus asa.

“Ify pasti baik baik saja”Kata Rio menenangkan.Agni menatap Rio tajam.

“Baik baik saja kau bilang?! Ini semua karena kau!”Pekik Agni “Ify sakit karna memikirkanmu,dimana otakmu!”Ujar Agni emosi.

“Agni..sudah,ini rumah sakit”Bujuk Via.

“Untuk apa kau kesini? Kau sudah menyakitinya.Seharusnya kau tidak usah kembali lagi”Rio tercekat mendengar perkataan Agni,apa benar sebaiknya ia pergi saja.Ify hanya disakitinya.Ia hanya menyakiti Ify.

“Agni sudah..”Ujar Sivia “Rio sebaiknya kau pulang dulu”Rio mengangguk lesu.

“Tolong  kabarkan aku keadaan Ify selanjutnya” Lirih Rio,Sivia mengangguk.
***
Rio berjalan menjauh dari kamar Ify sambil memijat keningnya yang terasa berdenyut.Ucapan Agni seperti menghantam Kepalanya dan membuatnya menjadi pening,Apa benar begitu? Apa ia hanya bisa menyakiti Ify? Rio menelan ludahnya susah payah,kenyataan itu begitu pahit.Mendadak hati Rio terasa tercabik mengingat Gabriel yang tidak pernah meninggalkan Ify,Dia tidak pernah menyakiti Ify.Kenyataannya mungkin Gabriel yang terbaik buat Ify,tidak pernah meninggalkannya.Bukan Rio yang datang dan pergi seenaknya saja.

“Rio”Rio menoleh dan mendapati Sivia berjalan kearahnya.

“Kau tidak apa apa?”Tanya Sivia melihat wajah Rio yang pucat.

“Tidak.Aku tidak apa apa.Bagaimana dengan Ify?”

“Dia sudah di beri obat penenang”Ujar Sivia menenangkan.

“Aku mewakili Agni minta maaf padamu,Dia mungkin hanya kecewa”

“Aku tidak terlalu memikirkannya”Rio mengambil tempat di salah satu bangku rumah sakit.

“Rio…memangnya kenapa kau ingin meninggalkannya?”

“Aku—Ku kira ada yang lebih baik untuknya”Ujar Ruo frustasi.

“Tapi Ify memilihmu—“

‘Aku memang bodoh, aku seenanknya saja melepas Ify.Aku kira semua akan baik baik saja.Aku kira dia akan bahagia”

“Bagaimana dia bisa bahagia, Orang yang dia cintai pergi”Gumam Sivia.

“Aku pikir, dia bisa belajar mencintai lagi.Aku pikir dia akan bahagia bersama Gabriel”

“Apa? Memangnya Gabriel menyanyangi Ify?”Rio mengangguk lemah.

“Gabriel selalu marah padaku,Aku membiarkan Ify kepelukannya agar Ia berenti marah padaku.Aku bodoh ya”Seru Rio putus Asa “Tapi dia malah tidak memaafkanku,peduli saja tidak”Lirih Rio.

“Aku tidak tau kalau masalahnya jadi begini”Ujar Sivia.”Kau tidak berusaha menjelaskannya pada Ify?”

‘Tidak, aku akan menjelaskan semuanya setelah semua ini selesai”Rio menarik nafas “Aku ingin membereskan masalah kelurgaku dulu”Sivia mengangguk “Oh iya, kenapa kau bisa bertemu tante Miranda?”

“Oh itu, Gabriel pernah mengajakku kerumahnya”Rio terbelalak.

“Benarkah?Kalau begitu kau gadis pertama yang di bawa kerumah”

“Apa?”Via tidak percaya

“Gabriel itu sangat tertutup.Berarti kau dekat dengannya ya?”Sivia mengangguk ragu.

“Emm.. tidak terlalu,Cuma akhir akhir ini dia sering menemaniku”Sivia menggidikan bahu.

“Ku pikir kau sama Alvin!”Ujar Rio tidak percaya,Jadi Gabriel berusaha menjauhi Ify akhir akhir ini?

“Entahlah, Alvin sibuk di perpustakaan.Maksudku ya”Sivia menarik nafas “Menarik perhatian Mrs.Shilla”

“Entahlah,ku pikir dia Cuma menggantikan tugasku”Ujar Rio menenangkan “Gabriel sering 
membicarakan Ify tidak?”Tanya Rio antusias.

“Yah..begitulah,dia sering bertanya tentang Ify”Sivia berfikir sejenak “Wah,ternyata Gabriel 
menyukai Ify”Rio tersenyum getir.

“Memang begitu”Sahutnya pendek.Ahh, Gabriel mendekati Via hanya untuk bertanya tentang Ify.
Entah berapa kenyataan pahit lagi yang harus Rio terima,semua terasa seperti mimpi buruk.

“Apa yang terjadi dengan kau dan Gabriel?kalian berdua kan sepupu tapi kenapa tidak dekat?”Rio menghela nafas berat.

“Entahlah,sebenarnya kami bukan sepupu”Via mebelalakan matanya “Dia saudara tiriku”Sahut Rio.

“Apa? Aku baru tau itu.Kau dan Gabriel..maksudku kalian bilang..”Ujar Via tidak percaya

“Yah..Dia sangat membenciku,Jadi..tidak mengakuiku sebagai adiknya”Lirih Rio”Jadi Alvin dan 
Cakka menutupi itu dengan mengatakan kami saudara sepupu”Sivia mengangguk lemah.

“Maaf Rio,aku tidak tau”Rio mengangguk kecil.

“Tidak apa apa”Sahutnya pelan

“Astagaa!”Pekik Sivia tertahan.

‘Ada apa?”Tanya Rio penasaran.

“Itu..Lihat! coba lihat wanita yang di dorong dengan kursi roda itu”Rio mengikuti arah Sivia dan nafasnya juga ikut tertahan.

“Tante Miranda”Desis Rio menahan marah “Ayo cepat”Rio segera bangkit dan bergerak menuju wanita itu.Sialan,jangan kira dia bisa lolos lagi!
***
 Ify berlari putus asa di padang bunga itu,Rio dia menghilang begitu saja.Ify mengusap kasar air matanya hatinya terasa sakit dan lemah.Ia berlari sambil menangis tidak peduli hari sudah malam dan bintang sudah muncul diatasnya.Ify hanya berlari membebaskan rasa sesak di dadanya.

Langkah Ify memelan ketika menyadari kunang kunang terbang di sekitarnya,kembali Ify merasa dadanya seperti di himpit.Ia ada di tempat ini,tempat dimana Rio berkata bahwa Ify tidak boleh ke sana kalau tidak dengannya tapi sekarang Rio yang menghilang,meninggalkannya.Ify meletakan telunjuknya diudara satu kunang kunang itu entah kenapa hinggap di sana membagi cahayanya dengan Ify.Ify tersenyum nanar,Ia ingin Rio yang menerangi hatinya tidak cukup dengan redupnya cahaya kunang kunang.

‘Alyssa’ Ify menoleh dengan kepala yang berdenyut denyut sakit,Siapa yang memanggilnya?

‘Alyssa,kau disini..Apa sudah saatnya?’Ify menjaga tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah.Apa yang terjadi sebenarnya.
‘Aku menunggumu lama sekali…kenapa susah sekali’Ujar suara itu lirih.

“Aku..aku tidak mengerti”Ujar Ify sambil memegangi pelipisnya yang berdenyut.

‘Kau pasti akan tau Alyssa,pada waktunya kau akan tau.Kau pasti tau jalan pulang’Ify hampir menangis karena kepalanya begitu berat.

“Siapa kau? Apa yang kau bicarakan?”Desis Ify frustasi.

‘Ada saatnya Alyssa,ada saatnya kau akan pulang’
“Siapa kau!!’Teriak Ify frustasi.

‘Janji Alyssa…Janji…aku janji masa lalumu”Ify merasa dunianya runtuh,kepalanya begitu berat sementara jantungnya berdegup kencang.Janji masa lalu? Semua itu berputar cepat di kepalannya.

Ify membuka paksa matanya yang silau akibat sinar sorot lampu mobil,kenapa ia disini? Ify samar samar melihat lelaki bertubuh besar yang mengerikan tubuhnya menggigil ketakutan,Ia juga mendengar suara tawa yang begitu mencekam.Tiba tiba saja muncul wanita yang membuat nyali Ify ciut seketika.

“Di sini kau rupanya”Ujar wanita itu dingin.

Ify semakin menggigil ketakutan.

“Tidak bisa lari lagi rupanya”Ujar wanita itu sinis “Cepat habisi dia”Ify ingin berteriak tapi suaranya mendadak hilang,sementara kakinya serasa tidak bertulang.Ify tidak bisa kemana mana lagi,tamat.
****
Agni menatap Ify panic, wajah Ify begitu gelisah dan ketakutan.Agni berulang kali mendengar gumaman gumaman Ify yang ketakutan.Sebenanrnya apa yang terjadi pada Ify? Anak itu seperti di kejar sesuatu,Agni berharap Ify cepat sadar dari tidurnya.Ia menatap temannya itu sedih.

“Agni?”Agni menoleh dan mendapati Gabriel masuk ke kamar Ify.

“bagaimana keaadaanya?”Tanya Gabriel,Agni menggeleng samar.

“Dia ketakutan,sepertinya mimpi buruk karena panasnya masih tinggi sekali”Ujar Agni lirih.

Gabriel menatap Ify sedih,Ify begitu ketakutan sama seperti waktu Ibunya mencoba mencelakai Ify dan Gabriel sama sekali tidak bisa berbuat apa apa sama seperti sekarang.Gabriel merasa pedih di hatinya,Ia tidak ingin melihat Ify terluka tapi kenapa semua seolah melukai Ify begitu saja.

“Ify…bangun”Lirih Gabriel putus asa.

“Ify kau harus baik baik saja”Imbuh Agni pedih.

Cakka dan Alvin hari ini memutuskan mengunjungi Ify,mereka tercengang melihat Gabriel disana juga.Alvin dan Cakka saling pandang ragu lalu memutuskan masuk ke kamar Ify.

“Hai”Sapa Cakka.

“Kalian?”

“Kenapa Ag?”Tanya Cakka cengengesan “Kita ingin menjenguk Ify”

“Iya..Hai Gabriel!"Sapa Alvin cerah,Ia lalu menoleh ke kiri dan kanan mencari sesuatu "Eh Sivia mana?”Tanya Alvin.

“Tadi dia bilang ada urusan”Sahut Agni pendek.

“Agni..kita kan tamu, jadi buatkan sesuatu ya”Ujar Cakka senang.Agni memutar bola matanya kesal

“Apa boleh buat”Sahut Agni pasrah.

Gabriel menatap teman temannya dengan senyum tipis lalu menoleh pada Ify yang terbaring lemah tidak berdaya,Gabriel menunduk mendekati telinga Ify dan berbisik pelan.

“Bangunlah,banyak orang yang menyayangimu”Nafas Ify sedikit teratur tidak terlalu memburu seperti tadi.

“Bangunlah Ify…banyak orang yang menunggumu”Bisik Gabriel penuh kelembutan.




0 komentar:

Posting Komentar

 

EYES OPEN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review