SEBELAS
Ify merasakan genggaman itu, perlahan ke hangatan mengisi
hatinya yang porak poranda tapi Ify sama sekali tidak dapat membuka
mata,kaku.Ify tidak bisa berkata kata bibirnya terasa kelu.Ify merasa tidak
berdaya.Ify merasa hatinya perih,Rio sekarang ada disini tapi Ify tidak bisa
membalas genggamannya.Rio ada,disisinya tapi tidak bisa di raihnya.Itu membuat
Ify terluka,Kecewa.
“Rio..Lihat Ify menangis”Seru Sivia.
“Ify..Ify apa yang terjadi?”Ujar Rio panik,Ia mempererat
genggamannya.
Ify bisa merasakan kekuatan baru dari sentuhan Rio,Ify
merasa ringan.Ify harus berusaha karena Ia tau satu hal,Rio menunggunya.Rio ada
disana,menggenggam erat tangannya dan tidak akan pernah melepaskannya.
Ify berusaha keras membuka matanya, alih alih melihat Rio ia
malah terbangun di bukit tempat pertama kali Rio mengajaknya melihat
matahari.Ify tidak tau mengapa ia bisa ada di sini,Ia menoleh ke kiri dan kanan
untuk mencari Rio,Ify berlari kecil menyusuri padang bunga itu sambil mencari
cari sosok Rio di sekelilingnya.
“Rio”Gumam Ify.
Rio tersentak saat Ify memanggil namanya tapi Ify masih
terjaga,Ia mengeratkan genggamannya sambil terus membelai rambut Ify.
“Aku disini” Ify mendengar suara itu bagai bisikan,sesaat ia
merasa tenang.Ia mengikuti arah suara itu samar samar bayangan Rio mulai
nyata.Ify berlari sekuat tenaga mengejar Rio.
Nafas Ify sudah satu satu perlahan sosok Rio semakin
nyata,seulas senyum terukir di bibir Ify.Ify tau Rio tidak kemana mana.
“Rio..”Panggil Ify.Rio hanya tersenyum.
Nafas Ify tertahan
ketika sinar matahari begitu terang dan menyilaukan,perlahan Rio hanya bisa
menjadi sosok siluet yang di telan matahari.Rio pergi!Ify terbelalak,Rio pergi
lagi!
“Rio jangan pergi..Rio”Isak Ify,Sivia kebingungan melihat
Ify terus mengigau seperti itu.
“Ify aku disini..Ify”Rio berbisik di telinga Ify
menenangkan.
“Jangan Rio… jangan tinggalkan aku”Pekik Ify.Kata kata Ify membuat hari Rio sakit
“Ify,aku disini ify.Disampingmu”Rio mengecup tangan Ify
pelan.
“Aku disini,kenapa kau
pergi Rio.Aku benci matahari,Kembali lah Rio.Aku disini Rio”Ify terus
mengigau.Rio langsung cemas,Ia menghawatirkan Ify,pansanya begitu tinggi sehingga ia mengigau terus.
“Sivia cepat panggil dokter,badannya semakin panas”Seru Rio panik.
“Baik,Tunggu sebentar”
Rio mencengkram erat celananya karena frustasi menunggu Ify
di tangani dokter sementara Sivia duduk dengan gelisah.Tiba tiba,Agni datang
dari ujung koridor.
“Sivia? Apa kenapa?’Tanya Agni tidak sabaran.
“Ify,panasnya naik terus”Ujar Sivia sedih.
‘Tidak..Ify”Ujar Agni putus asa.
“Ify pasti baik baik saja”Kata Rio menenangkan.Agni menatap
Rio tajam.
“Baik baik saja kau bilang?! Ini semua karena kau!”Pekik
Agni “Ify sakit karna memikirkanmu,dimana otakmu!”Ujar Agni emosi.
“Agni..sudah,ini rumah sakit”Bujuk Via.
“Untuk apa kau kesini? Kau sudah menyakitinya.Seharusnya kau
tidak usah kembali lagi”Rio tercekat mendengar perkataan Agni,apa benar
sebaiknya ia pergi saja.Ify hanya disakitinya.Ia hanya menyakiti Ify.
“Agni sudah..”Ujar Sivia “Rio sebaiknya kau pulang dulu”Rio
mengangguk lesu.
“Tolong kabarkan aku
keadaan Ify selanjutnya” Lirih Rio,Sivia mengangguk.
***
Rio berjalan menjauh dari kamar Ify sambil memijat keningnya
yang terasa berdenyut.Ucapan Agni seperti menghantam Kepalanya dan membuatnya menjadi
pening,Apa benar begitu? Apa ia hanya bisa menyakiti Ify? Rio menelan ludahnya
susah payah,kenyataan itu begitu pahit.Mendadak hati Rio terasa tercabik
mengingat Gabriel yang tidak pernah meninggalkan Ify,Dia tidak pernah menyakiti
Ify.Kenyataannya mungkin Gabriel yang terbaik buat Ify,tidak pernah
meninggalkannya.Bukan Rio yang datang dan pergi seenaknya saja.
“Rio”Rio menoleh dan mendapati Sivia berjalan kearahnya.
“Kau tidak apa apa?”Tanya Sivia melihat wajah Rio yang pucat.
“Tidak.Aku tidak apa apa.Bagaimana dengan Ify?”
“Dia sudah di beri obat penenang”Ujar Sivia menenangkan.
“Aku mewakili Agni minta maaf padamu,Dia mungkin hanya
kecewa”
“Aku tidak terlalu memikirkannya”Rio mengambil tempat di
salah satu bangku rumah sakit.
“Rio…memangnya kenapa kau ingin meninggalkannya?”
“Aku—Ku kira ada yang lebih baik untuknya”Ujar Ruo frustasi.
“Tapi Ify memilihmu—“
‘Aku memang bodoh, aku seenanknya saja melepas Ify.Aku kira
semua akan baik baik saja.Aku kira dia akan bahagia”
“Bagaimana dia bisa bahagia, Orang yang dia cintai pergi”Gumam
Sivia.
“Aku pikir, dia bisa belajar mencintai lagi.Aku pikir dia
akan bahagia bersama Gabriel”
“Apa? Memangnya Gabriel menyanyangi Ify?”Rio mengangguk
lemah.
“Gabriel selalu marah padaku,Aku membiarkan Ify kepelukannya
agar Ia berenti marah padaku.Aku bodoh ya”Seru Rio putus Asa “Tapi dia malah
tidak memaafkanku,peduli saja tidak”Lirih Rio.
“Aku tidak tau kalau masalahnya jadi begini”Ujar Sivia.”Kau
tidak berusaha menjelaskannya pada Ify?”
‘Tidak, aku akan menjelaskan semuanya setelah semua ini
selesai”Rio menarik nafas “Aku ingin membereskan masalah kelurgaku dulu”Sivia
mengangguk “Oh iya, kenapa kau bisa bertemu tante Miranda?”
“Oh itu, Gabriel pernah mengajakku kerumahnya”Rio
terbelalak.
“Benarkah?Kalau begitu kau gadis pertama yang di bawa
kerumah”
“Apa?”Via tidak percaya
“Gabriel itu sangat tertutup.Berarti kau dekat dengannya ya?”Sivia
mengangguk ragu.
“Emm.. tidak terlalu,Cuma akhir akhir ini dia sering
menemaniku”Sivia menggidikan bahu.
“Ku pikir kau sama Alvin!”Ujar Rio tidak percaya,Jadi
Gabriel berusaha menjauhi Ify akhir akhir ini?
“Entahlah, Alvin sibuk di perpustakaan.Maksudku ya”Sivia
menarik nafas “Menarik perhatian Mrs.Shilla”
“Entahlah,ku pikir dia Cuma menggantikan tugasku”Ujar Rio
menenangkan “Gabriel sering
membicarakan Ify tidak?”Tanya Rio antusias.
“Yah..begitulah,dia sering bertanya tentang Ify”Sivia
berfikir sejenak “Wah,ternyata Gabriel
menyukai Ify”Rio tersenyum getir.
“Memang begitu”Sahutnya pendek.Ahh, Gabriel mendekati Via
hanya untuk bertanya tentang Ify.
Entah berapa kenyataan pahit lagi yang harus Rio
terima,semua terasa seperti mimpi buruk.
“Apa yang terjadi dengan kau dan Gabriel?kalian berdua kan
sepupu tapi kenapa tidak dekat?”Rio menghela nafas berat.
“Entahlah,sebenarnya kami bukan sepupu”Via mebelalakan
matanya “Dia saudara tiriku”Sahut Rio.
“Apa? Aku baru tau itu.Kau dan Gabriel..maksudku kalian
bilang..”Ujar Via tidak percaya
“Yah..Dia sangat membenciku,Jadi..tidak mengakuiku sebagai
adiknya”Lirih Rio”Jadi Alvin dan
Cakka menutupi itu dengan mengatakan kami
saudara sepupu”Sivia mengangguk lemah.
“Maaf Rio,aku tidak tau”Rio mengangguk kecil.
“Tidak apa apa”Sahutnya pelan
“Astagaa!”Pekik Sivia tertahan.
‘Ada apa?”Tanya Rio penasaran.
“Itu..Lihat! coba lihat wanita yang di dorong dengan kursi
roda itu”Rio mengikuti arah Sivia dan nafasnya juga ikut tertahan.
“Tante Miranda”Desis Rio menahan marah “Ayo cepat”Rio segera
bangkit dan bergerak menuju wanita itu.Sialan,jangan kira dia bisa lolos lagi!
***
Ify berlari putus asa
di padang bunga itu,Rio dia menghilang begitu saja.Ify mengusap kasar air
matanya hatinya terasa sakit dan lemah.Ia berlari sambil menangis tidak peduli
hari sudah malam dan bintang sudah muncul diatasnya.Ify hanya berlari
membebaskan rasa sesak di dadanya.
Langkah Ify memelan ketika menyadari kunang kunang terbang
di sekitarnya,kembali Ify merasa dadanya seperti di himpit.Ia ada di tempat
ini,tempat dimana Rio berkata bahwa Ify tidak boleh ke sana kalau tidak
dengannya tapi sekarang Rio yang menghilang,meninggalkannya.Ify meletakan
telunjuknya diudara satu kunang kunang itu entah kenapa hinggap di sana membagi
cahayanya dengan Ify.Ify tersenyum nanar,Ia ingin Rio yang menerangi hatinya
tidak cukup dengan redupnya cahaya kunang kunang.
‘Alyssa’ Ify menoleh
dengan kepala yang berdenyut denyut sakit,Siapa yang memanggilnya?
‘Alyssa,kau
disini..Apa sudah saatnya?’Ify menjaga tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah.Apa
yang terjadi sebenarnya.
‘Aku menunggumu lama
sekali…kenapa susah sekali’Ujar suara itu lirih.
“Aku..aku tidak mengerti”Ujar Ify sambil memegangi
pelipisnya yang berdenyut.
‘Kau pasti akan tau
Alyssa,pada waktunya kau akan tau.Kau pasti tau jalan pulang’Ify hampir
menangis karena kepalanya begitu berat.
“Siapa kau? Apa yang kau bicarakan?”Desis Ify frustasi.
‘Ada saatnya
Alyssa,ada saatnya kau akan pulang’
“Siapa kau!!’Teriak Ify frustasi.
‘Janji Alyssa…Janji…aku
janji masa lalumu”Ify merasa dunianya runtuh,kepalanya begitu berat sementara
jantungnya berdegup kencang.Janji masa lalu? Semua itu berputar cepat di
kepalannya.
Ify membuka paksa matanya yang silau akibat sinar sorot
lampu mobil,kenapa ia disini? Ify samar samar melihat lelaki bertubuh besar
yang mengerikan tubuhnya menggigil ketakutan,Ia juga mendengar suara tawa yang
begitu mencekam.Tiba tiba saja muncul wanita yang membuat nyali Ify ciut
seketika.
“Di sini kau rupanya”Ujar wanita itu dingin.
Ify semakin menggigil ketakutan.
“Tidak bisa lari lagi rupanya”Ujar wanita itu sinis “Cepat
habisi dia”Ify ingin berteriak tapi suaranya mendadak hilang,sementara kakinya
serasa tidak bertulang.Ify tidak bisa kemana mana lagi,tamat.
****
Agni menatap Ify panic, wajah Ify begitu gelisah dan
ketakutan.Agni berulang kali mendengar gumaman gumaman Ify yang
ketakutan.Sebenanrnya apa yang terjadi pada Ify? Anak itu seperti di kejar
sesuatu,Agni berharap Ify cepat sadar dari tidurnya.Ia menatap temannya itu
sedih.
“Agni?”Agni menoleh dan mendapati Gabriel masuk ke kamar
Ify.
“bagaimana keaadaanya?”Tanya Gabriel,Agni menggeleng samar.
“Dia ketakutan,sepertinya mimpi buruk karena panasnya masih tinggi sekali”Ujar Agni lirih.
Gabriel menatap Ify sedih,Ify begitu ketakutan sama seperti
waktu Ibunya mencoba mencelakai Ify dan Gabriel sama sekali tidak bisa berbuat
apa apa sama seperti sekarang.Gabriel merasa pedih di hatinya,Ia tidak ingin melihat
Ify terluka tapi kenapa semua seolah melukai Ify begitu saja.
“Ify…bangun”Lirih Gabriel putus asa.
“Ify kau harus baik baik saja”Imbuh Agni pedih.
Cakka dan Alvin hari ini memutuskan mengunjungi Ify,mereka
tercengang melihat Gabriel disana juga.Alvin dan Cakka saling pandang ragu lalu
memutuskan masuk ke kamar Ify.
“Hai”Sapa Cakka.
“Kalian?”
“Kenapa Ag?”Tanya Cakka cengengesan “Kita ingin menjenguk
Ify”
“Iya..Hai Gabriel!"Sapa Alvin cerah,Ia lalu menoleh ke kiri dan kanan mencari sesuatu "Eh Sivia mana?”Tanya Alvin.
“Tadi dia bilang ada urusan”Sahut Agni pendek.
“Agni..kita kan tamu, jadi buatkan sesuatu ya”Ujar Cakka
senang.Agni memutar bola matanya kesal
“Apa boleh buat”Sahut Agni pasrah.
Gabriel menatap teman temannya dengan senyum tipis lalu
menoleh pada Ify yang terbaring lemah tidak berdaya,Gabriel menunduk mendekati
telinga Ify dan berbisik pelan.
“Bangunlah,banyak orang yang menyayangimu”Nafas Ify sedikit
teratur tidak terlalu memburu seperti tadi.
“Bangunlah Ify…banyak orang yang menunggumu”Bisik Gabriel
penuh kelembutan.



0 komentar:
Posting Komentar