Rabu, 12 Desember 2012

Another Life l Follow me (Six to seven)

Diposting oleh Ossi Widiari di 22.11

 Rio hanya bisa geleng geleng kepala ketika Agni dan Sivia sama sama menyerah soal Ify,Tidak ada yang bisa dan Rio harus turun tangan memaksa Ify makan sesuatu agar tidak jatuh sakit,Ify sudah tidak makan dua hari belakangan Ini dan hanya melamun sepanjang hari,Rio sebenarnya kesal sekali pada Ify yang menangisi Tristan sampai begitu tapi Rio juga kasihan,Bagaimanapun Ia tau kehilangan seseorang itu tidak enak.



Rio berjalan santai di bawah koridor menuju asrama putri,Sementara pikirannya melayang membayangkan Tristan.Bagaimana rasanya mati? Apa sakit… atau Tidak? Rio kemudian membayangkan ayahnya..Ibunya dan teman temannya,Alvin dan Cakka mereka pasti sedih kalau Rio mati,hanya mereka yang sudah pasti sementara yang lain belum,Rio merasa menyesal seketika..menyesal selama hidupnya kalau ternyata ia punya salah pada orang lain,dan yang paling nyata Gabriel.Rio sebenarnya tidak tau alas an pastinya Gabriel marah padanya tapi semenjak menemukan tulisan yang didapati di buku alumni,Rio berasumsi Gabriel hanya iri padanya.Suatu hari Rio harus meminta maaf.

Rio mengetuk pelan pintu kamar Ify namun Ify tak kunjung membukanya.Rio sayup sayup mendengar isakan Ify ,Rio menghela nafas berat lalu berjalan memutar handle pintu yang ternyata tidak di kunci,Rio mendapati sosok Ify memeluk lututnya bersandar pada sofa sedangkan TVnya menyala tanpa di tonton,Ify benar benar kehilangan.

“Ify”Sapa Rio ragu,Ify menghentikan isakannya tapi masih menyembunyikan mukanya.

“belum makan ?”Tanya Rio tapi Ify tidak juga menjawab.

“Ify?”Rio mendekat ke arah Ify

Ify masih diam saja pada posisinya sementara Rio menggigit bibir bawahnya takut takut mendekati Ify,Tapi Rio sungguh penasaran dengan keadaan Ify.Rio berjongkok di dekat Ify lalu menyentuh tangan Ify sebentar.Rio membelalakan matanya ketika mendapati badan Ify sangat panas,Ify demam Tinggi.

“Ify..Ify”Panggil Rio sambil menggoncang goncangkan tubuh Ify ,Rio mengangkat bahu Ify sampai muka Ify dapat dilihatnya.

Hanya terdengar isakan Ify.

“Jangan siksa dirimu sendiri,dia tidak akan suka”Rio menatap Ify dalam dalam,menatap mata sembab itu.

“A..A..Aku Ki..ra..bi.saa me..re..lakannya”Ify sesenggukan,Rio memeluk Ify erat merasakan tangisa Ify pecah di dalam pelukannya dan badan Ify yang naik turun karna sesenggukan.

“Aku tidak meminta kau merelakannya,kau hanya harus rela hidup tanpanya Ify”

“Ini salahku..kenapa aku tidak menolongnyaa”Sesal ify.

“Ini bukan salahmu Ify..Tristan hanya membela yang benar”Rio mengeratkan pelukannya pada Ify dan membelai rambut hitam Ify.

Ify masih terus menangis dan Rio tidak peduli sudah berapa basahnya baju seragamnya ia hanya ingin sedikit menenagkan gadis itu.

“Dan Tristan pasti tenang disana..ia sudah benar”Gumam Rio.

“Sebaiknya kau makan sekarang”Rio bicara setelah memastikan Ify berhenti menangis.
Tidak ada jawaban.

“Ify..”Panggil Rio.Tapi masih tidak ada jawaban.

Rio merasakan pelukan Ify mengendur ia segera melepaskan pelukannya dan betapa terkejutnya Rio melihat Ify sudah pingsan.Rio segera membopong Ify ke atas sofa dan mencari wadah untuk mengompres Ify.Ify terus mengigau menyebut nama Tristan sementara badanya semakin panas,Rio dengan panic terus mennempelkan handuk berisi air dingin ke kening Ify.

“Ify”Rio membisikan nama Ify di telinga Ify berharap Ify sadar.

“Ify tenang”Ucap Rio lembut sambil menggenggam tangan Ify.

Rio mengompresi dahi Ify sambil menggengam tangan Ify lembut sementara Ify masih menginggau menyebut nama Tristan,Rio merasa hatinya sakit luar biasa melihat kondisi Ify yang jatuh sakit dan tentu saja karna Ify menyebut nama Tristan saja.
***


Agni dan Sivia berjalan beriringan menuju kamar mereka,mereka ingin memastikan keadaan Ify dan ternyata Agni dan Sivia sama sama terkejut menlihat keadaan Ify yang kacau.Agni langsung menawarkan memasak bubur untuk Ify agar bisa dimakan Ify saat sudah siuman,sementara Sivia menyambar minyak herbal di dekat televise dan mengusapkannya ke tangan Ify.

“Sivia bisa tolong jaga Ify sebentar?”Pinta Rio.Sivia mengangguk dan Rio langsung melepaskan tangan Ify,dia langsung beranjak pergi

Sivia sibuk mengoleskan minyak pada tubuh Ify sementara Agni dengan panic memasak bubur.Agni berulang kali menanyakan keadaan Ify bahkan tiap satu menit sekali Sivia sampai kerepotan harus menjawab dan menolong Ify.
***
Rio melangkahkan kakinya cepat cepat menuju atap sekolah lalu menaiki tangga ke atas dengan cepat,Rio menemukan Gabriel sedang bersandar pada sebuah kursi kayu tua dan menatap kosong langit.Rio tidak punya pilihan selain bertanya pada Gabriel.

“Gabriel”Rio menjaga jaraknya 5 meter dari Gabriel.

“Mau apa kesini?”ketus Gabriel.

“Aku ingin tau makam Tristan”Gabriel menahan nafas mendengar jawaban Rio.lalu tertawa garing kemudian.

“Untuk apa Ha?

“Aku ingin tau,ada urusan”Balas Rio,Rio hampir mati keki meladeni Gabriel.

“Tidak akan ku beri tau”Gabriel membalik badanya tidak menghadap Rio lagi.

“Aku mohon”Rio merasa baru kali ini ia memohon pada Gabriel.

“Untuk apa aku memberi tau mu?Lagipula kau tidak ada urusannya dengan Tristan”

“Jadi kau tidak akan memberi tau ku?”Tanya Rio.Gabriel hanya diam Rio sudah tau jawabannya.

“Gabriel aku mohon” Hening “ini demi Ify”Lirih Rio.Gabriel membelalakan matanya mendengar nama Ify untung Rio
tidak menangkap ekspresinya.

“Ify sakit dan dia ingin bertemu Gabriel”Jelas Rio.

“Devermain valley.cari saja tidak susah”Gabriel langsung turun dari sana dengan berjuta perasaan meninggalkan Rio
yang membatu disana,Sekarang Rio tau perasaan Gabriel pada Ify.
***
Rio menemui Ify yang sudah siuman esok pagi,Rio memutuskan libur beberapa hari ini untuk mengunjungi  makam Tristan,Rio berjalan santai ke arah kamar Ify.Lalu mengetuknya dan tak lama kemudian Agni muncul di balik pintu.

“Masuk saja..Ify sangat lemas”Rio mengangguk lalu menuruti Agni ke dalam.

Rio menemukan Ify menatap kosong ke arah jendela dengan tatapan sayu,Ify terlihat lebih kurus dan matanya semakin sembab.

“Ify”Panggil Rio,Ify menoleh lemah.

“Iya”Sahut Ify pelan hampir tak terdengar.

“Ikut aku”Rio berdiri di dekat Ify dan mendapati Ify mengernyitkan kening.”Ikut aku”

Ify segera mengambil asal jaket putih dari gantungan bajunya dan memilih cepat sepatu yang ia gunakan,Rio dengan sabar menunggu Ify di sofa sambil membawa semangkuk bubur.

“Makan dulu baru bisa pergi”Rio tersenyum hangat ada Ify yang baru keluar dari kamar.Ify menghela nafas berat,Ia tidak berselera.

“Ayo sini”Rio mengarahkan sesendok penuh bubur beras pada Ify,Ify hanya mengambil sedikit pada ujung sendok.

“Ayolah Ify”Gerutu Rio.

“Rio aku benar benar tidak berselera”Protes Ify.

“Aku berjanji sehabis kita pergi kau akan merasa lebih baik,tapi sebelum itu kau makan dulu”

Ify mengalah dan melahap cepat setiap uluran sendok bubur Rio , tak lama kemudian bubur itu sudah habis,Agni dan Sivia tersenyum senang dari pintu dapur.
***
Ify terpaku begitu mendapati mobil Rio berhenti di depan komplek kuburan yang terlihat menyeramkan,Ify mencari cari alas an Rio membawanya kemari tapi tidak di dapatkannya,Ify memutuskan segera keluar dari mobil ternyata Rio sudah membukakan pintu untuknya dan mengulurkan tanganya,Ify menyambut tangan Rio cepat.

“Untuk apa kita kemari?”Tanya Ify,Rio hanya tersenyum hangat.

Ify kesusahan bernafas saat melihat dimana Ia dan Rio berhenti,Sebuah makam baru dengan karangan bunga yang masih cukup segar serta nama pemiliknya yang Ify kenal betul.Ify menangis lagi dan menatap rio ragu,Rio hanya tersenyum dan mengangguk.

“Tristan..”Lirih Ify sambil terjatuh di samping makam Tristan,Hujan menetes satu satu menyamarkan air mata Ify.

“Tristan..aku minta maaf”Tangis Ify”Andai aku menolongmu waktu itu,harusnya aku yang mati saja”Sesal Ify,Rio ikut duduk di samping Ify sambil menepuk punggung Ify pelan.

Rio berdiri dan berlari kecil menuju mobil untuk mengambil sesuatu yang sudah di siapkanya,Rio mengambil se buket bunga mawar putih yang kemarin di belinya lalu ia berjalan ke arah Ify.

“Ify..ini”Rio menyodorkan bunga itu ke arah Ify.Ify menghapus air matanya dan menyambut bunga dari Rio.

“Tristan..kau tenang di sana”Ify meletakan karangan bunga itu di tanah makam Tristan lalu mengusap lembut betu
nisan Tristan.

“Aku pasti baik baik saja..dan aku berjanji akan segera mencari tau alas an mu,apapun itu..terimakasih karna menolongku”Ify mengusap beberapa air matanya yang jatuh bersama hujan.

“Aku pasti akan sering kemari mengunjungimu..dan tidak pernah melupakannmu”Ify tersenyum di sela tangisannya

“Dan aku akan mengantarnya”Imbuh Rio sambil tertawa pada Ify,Ify balas tertawa kecil.

“Terimakasi”Ucap Ify tulus,Rio hanya mengangguk kecil.

Ify melangkahkan kakinya menuju mobil Rio setelah hujan mulai berhenti,Rio dengan sabar menunggu Ify selesai mengunjungi makam Tristan lalu menyusulnya kembali ke mobil.Ify menoleh pada Rio ketika Rio akan menyalakan mesin mobilnya,Rio balas melihat Ify sambil mengernyitkan keningnya kebingungan,Ify hanya tersenyum lalu memandang lurus lurus kedepan.

“Rio..terimakasih ya kau benar aku lebih baik sekarang”Ify menatap Rio yang dari tadi menatapnya “Aku tidak tau apa jadinya tanpa kau”Ify tersenyum lembut ke arah Rio,Rio balas tersenyum lalu menyalakan mesin mobilnya lagi,Perlahan mobil Rio menjauhi makam Tristan tapi Ify merasa Tristan akan selalu dekat..Ia setiap rintik hujan yang turun,itu Tristan.Seperti kata Tristan.

0 komentar:

Posting Komentar

 

EYES OPEN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review