Blogroll
Labels
- Another Life (16)
- Cerpen (14)
- Love your life (15)
- Red (7)
- Resensi (1)
- Sajak (7)
- taylor swift (9)
- Untuk Neptunus (1)
Blog Archive
-
▼
2012
(28)
-
▼
Desember
(17)
- Another Life l Sebelas
- Another Life l Sembilan
- Another Life l Delapan
- Another Life l Tujuh
- Another Life l Follow me (Six to seven)
- Another Life l Enam
- Another Life l Lima
- Another Life l Four to Five
- Another Life l Empat
- Another Life l Dua
- Another Life l Tiga
- Another Life
- Dalam hidup, pilihan hadir sesering nafas berhembu...
- IF I CAN I WANT DELETE THIS DAY
- Sebuah Misi
- Our Weird Our Pride!
- THISEMBER BE MINE after All This Pain.....
-
▼
Desember
(17)
Watched
Rabu, 12 Desember 2012
Another Life l Empat
EMPAT
Agni melemparkan bola basketnya di dinding kamarnya lalu detik berikutnya hanya terdengar suara teriakan Sivia yang marah karna bola basket Agni membuat foto foto cowok idaman Via terlepas.Agni lalu memutuskan pergi ke lapangan basket saja untuk bermain,Setelah kemarin seharian ikut ekstrakulikuler memasak membuat Agni uring uringan sepanjang hari.
Agni mendribble bola basketnya menuju lapangan sambil memikirkan kata kata tentornya kemarin kalau masakan Agni terlalu asin dan pedas,padahal menurut Agni biasa saja belum lagi tempat ekstra memasak malah di jadikan tempat bermesraan oleh Cakka dan Oik.Agni sendiri tidak tau apa yang salah kalau Cakka dan Oik berpacaran bukannya itu tidak termasuk urusannya..Atau itu malah jadi urusannya kalau ternyata Agni menyukai Cakka.
Agni menghentikan langkahnya membiarkan bola basketnya terlepas dari tangannya dan menggelinding bebas ketika tersadar akan pikirannya barusan,Dia baru berpikir kalau dia menyukai Cakka? Tidak tidak tidak..Agni tidak mau!Agni pasti hanya tidak suka melihat tempat ekskul memasak dijadikan tempat bermesraan,Pasti itu!.Setelah berkutat dengan pikirannya sendiri Agni baru sadar bolanya menghilang entah kemana,Agni tidak bisa menemukannya di sekitar lapangan.
Semilir Agni membelai rambut pendek Agni yang terlepas dari ikatannya,Agni menikmatinya sambil menyandarkan tangan kananya di tiang Ring basket berharap Angin membawa sedikit ke gundahannya pergi.
‘buk..buk..buk’ Telinga Agni menangkap bunyi dribble bola basket bersentuhan dengan lantai lapangan.
“Ini punyamu?”Tanya orang yang mendribble bola basket itu
Agni menoleh sekilas lalu kembali membuang muka saat tau siapa yang datang,Agni tidak perduli dengan bola basketnya lagi.
“Ini punyamu?”Orang itu bertanya sekali lagi kali ini dengan jarak yang agak dekat dari Agni.
“iya..Cepat kembalikan”Agni melirik orang itu sinis.
“Aku kira kamu anak perempuan yang hanya bisa memasak,taunya kau bisa main juga”Gumam Cakka.
“Ohh jadi menurutmu aku ini tidak bisa main basket ?”Agni menangkap gumaman Cakka seperti mengejeknya.
“tidak seperti itu.. Tapi kau tau sendiri kan kalau anak perempuan itu biasanya tidak…”
“kalau begitu lawan aku”Agni memotong perkataan Cakka dan segera merebut bola dari Cakka.
“Hei..”Cakka kaget ketika bolanya di rebut Agni “baiklah kita bertanding”Lanjut cakka,cakka lalu mengejar
Agni berusaha untuk menggagalkan usaha Agni mencetak point.
Cakka dan Agni sudah hanyut dalam irama permainan mereka,Rambut Agni sudah basah oleh peluh begitupun dengan Cakka keringatnya sudah menetes dan membasahi bajunya Tapi mereka berdua belum menyerah bagi Agni ini pembuktiaan kalau ia sama sekali bukan gadis lemah yang hanya bisa memasak,Ia sanggup mengalahkan Cakka kalau dia ingin.
***
Ify mengerjapkan matanya ketika sinar matahari perlahan masuk dan menyinari kamarnya,Ify menyibakkan selimutnya lalu tersenyum ke arah matahari.Ify dapat merasakan kehangatan matahari yang baru muncul sehangat sentuhan Rio,sekarang Ify menyukai matahari dan itu semua karna Rio.Kemarin rasanya Ify benar benar merasa seperti bangun dari mimpi buruk walaupun Ify tidak tau sampai sekarang alasan sebenarnya mengapa Ia tidak menyukai matahari,Tapi yang Ia tau hanya Rio menyadarkannya kalau matahari itu indah dan sekarang Ify dapat merasakannya.
Ify mengelap ujung rambutnya yang agak basah setelah tadi terkena air ketika Ify mandi lalu ekor matanya menangkap kamar Agni yang sudah kosong.Ify lalu berjalan menuju kamar Sivia untuk minta penjelasan pada Sivia mungkin saja Sivia tau Agni pergi kemana.
Ify hanya bisa menggeleng pelan ketika mendapati Sivia masih dalam balutan selimutnya,Ify lalu menguncang guncang pelang tubuh Sivia supaya anak itu segera bangun.
“Via..Agni pergi kemana? Dia tidak ada di kamarnya”Tanya Ify.
“Emmmm”Via masih menggeliat di tempat tidurnya.
“Via cepat bangun,ini sudah siang.Ayo kita cari Agni”
“Agni kemana?”Sivia balik bertanya pada Ify sambil mengusap usap matanya.
“Aku kira Agni tadi pamit padamu”Seru Ify.
“tidak..Agni tidak bilang apa apa..tadi aku hanya mendengar suara Air dikamar mandi dan Bola basket Agni yang dipantulkan di dindingku pagi pagi sekali”Jawab Sivia sambil menunjuk beberapa foto Alvin dan teman temannya berhamburan di lantai,Ify hanya menghela nafas panjang menghadapi tingkah Sivia.
“Ada apa ya dengan Agni?semalam..Apa kau melihat hal yang tidak beres ?”Tanya Ify curiga.
“Tidak..sampai rumah aku langsung mengganti rok dan tertidur..perutku sakit sekali kemarin”Jawab Sivia.
“Huh..aku juga tidak tau “Jawab Ify. Ify dan Rio sendiri pulang setelah menonton ‘hunger games’ di bioskop dan setelah pulang Ify mendapati Sivia dan Agni sedang tertidur pulas.
“Sivia sebaiknya cepat bersiap siap..hari ini kelas biologi,Agni nanti saja kita cari lagi”Sambung Ify.Ify lalu beranjak dari kamar Sivia dan bersiap siap untuk pergi ke kelas.
***
Cakka sudah tidak mampu berlari secepat tadi lagi tenaganya sudah terkuras habis pagi ini ,Cakka bahkan lupa soal kelasnya senin ini.Cakka tidak mampu lagi mengejar Agni yang akan memasukan bola sehingga Agni dapat mencetak point pertamanya sekaligus point pertama di pertandingan ini.Cakka terduduk di lantai lapangan ketika lututnya melemas tidak kuat lagi.
Agni menghampiri cakka yang sudah menyerah dengan nafas terengah engah.Agni tersenyum miring ke arah Cakka seolah meremehkan.
“Sudah lihat kan..siapa yang lebih hebat”Agni berlalu meninggalkan Cakka yang masih belum bangkit dari tadi.
Cakka hanya menatap punggung Agni yang menjauh seiring suara drible bola Agni yang mulai samar samar,Ia tidak pernah melihat gadis seperti itu sebelumnya,Agni benar benar gadis pertama yang mampu mengalahkannya dalam permainan basket dan Agni adalah gadis pertama yang membuatnya menyukai pelajaran memasak.Awalnya Cakka tidak percaya Ia akan mampu belajar memasak dengan latar pemain basket,menurutnya memasak dan basket adalah dua hal yang berbeda seperti air dan api tapi pemikiran Cakka langsung dipatahkan ketika melihat permainan basket agni tadi,Agni bisa mengendalikan dua hal yang berbeda menurut Cakka sepertinya Agni berada di tengah tengah air dan Api.Ya..Agni ada diantara keduanya.
Bahkan Oik juga mengatakan ke kagumannya pada Agni,Katanya chaphucino buatan Agni waktu Mos itu sangat enak, Oik bahkan ingin meminta lagi Chapuchino miliknya waktu itu,Tapi Cakka menolaknya Ia ingin menyimpan minuman itu dikulkas saja.
***
“Ify tidak apa apa kau sendirian?”Sivia menyentuh pundak ify dan membuyarkan lamunan ify.
‘Ahh’Ify menoleh pada Sivia mengira Sivia orang yang sedang di tunggunya”Tidak apa apa..kau dengan Zahra saja kasian dia..Agni mungkin tidak datang jadi dia sendirian”Jawab Ify sambil tersenyum tipis,Sivia mengangguk dan kembali menuju bangkunya.
Ify menggunakan kedua tangannya untuk menopang dagunya sambil menatap langit yang mulai mendung.Matahari tidak terlihat lagi,apa mungkin sedang bersembunyi?Awan mendung mungkin mulai menyelimuti matahari Tapi sebenarnya Ify tidak sedang mencari matahari malah Ify mencari orang yang membuatnya menyukai matahari.Dari tadi pemuda itu tidak kunjung datang padahal Ify ingim menunjukan kacang merah mereka sudah banyak yang mempunyai akar.Tapi dia tidak kunjung datang juga..
Ify seperti mendapatkan secercah cahaya ketika melihat sosok Alvin dan cakka muncul di pintu kelas lalu diikuti sosok Gabriel dan..Tunggu dulu,Dimana orang itu?kenapa dia tidak datang bersama teman temannya.Ify malah melihat sosok yang sama sekali tidak di kenalnya.Kemana anak itu?
Ify masih menatap pintu dengan penuh harap agar Rio datang sebelum Mr.Edward memulai pelajaran hari ini,Ify benar benar menginginkan Rio ada disini Ify ingin mengatakan pada Rio kalau Rio benar matahari itu indah sambil menunjukan kacang merah mereka yang berakar lebih banyak dari pada punya kelompok lainnya.Tapi harapan Ify langsung sirna saat Mr.Edward datang bersama Agni,Dia benar benar tidak datang.
“boleh aku dengamu saja?”Ify mengalihkan pandanganya dari awan mendung menuju pemuda yang tidak dikenalnya itu.Lalu mengedarkan pandangannya pada yang lain untuk menolak ajakan Pemuda ini.Ify masih menunggunya,menunggu Rio.Mataharinya.
Ify mendapati Agni kembali berkelompok dengan Zahra sementara Sivia sedang duduk kaku di dekat Alvin yang tersenyum pada Sivia,Sivia mulai lagi.. !Ify kembali menjalankan pandangannya dan menangkap sosok
Gabriel di samping Cakka sedang menatapnya kosong.Ia tidak punya pilihan lagi hanya orang asing di depannya ini yang tersisa.
“Baiklah”Jawab ify singkat.
“Terimakasi.Oiaa namaku Tristan”Tristan mengulurkan tangannya ke arah Ify.
“Ohh aku Ify”Jawab Ify singkat sambil menjabat tangan Tristan sebentar.
“kau suka hujan?”Tanya Tristan “dari tadi kau seperti melihat awan mendung terus,Kau menunggu hujan?”sambungnya.
“Tidak..aku menunggu matahari”Jawab Ify singkat.
***
Rio melirik wanita itu sebentar sebentar tapi hasilnya masih sama wanita itu tidak pernah melepaskan pandanganya dari dirinya.Rio kembali menarik sebuah buku usang dan membersihkan debu yang menempel pada sampulnya.Sebenarnya Rio ingin mengikuti pelajaran biologi hari ini,Tapi tiba tiba Mrs.Shilla menyuruhnya membantu di perpustakaan sekarang, jadilah Rio disini terjebak dalam perpustakaan dan pandangan Mrs.Shilla yang tak henti menatapnya.
“Mrs semuanya sudah beres,Apa saya boleh kembali sekarang?”Tanya Rio.
“Tunggu dulu Rio.Bantulah aku menempelkan logo perpustakaan di buku buku itu”Mrs.Shilla menunjuk kardus besar yang penuh sesak dengan buku baru,Rio hanya bisa pasrah.
“Mrs apa ada yang salah denganku?dari tadi kau menatapku terus”Kata Rio lancang karena risih dengan perlakuan Mrs.Shilla.
“ohh tidak tidak”Mrs.Shilla gelagapan “kau hanya mirip seseorang”Jawabnya.Rio acuh tak acuh mendengar jawaban Mrs.Shilla Ia hanya ingin secepatnya keluar dari perpustakaan.
Rio jadi menyesal sendiri kenapa harus mengiyakan tawaran Mrs.Shilla untuk menjaga perpustakaan.Awalnya Ia akan mengikuti ekskul basket atau Anggar bersama Alvin dan Cakka tapi mengingat jawaban Alvin saat Ia bertanya mengapa Gabriel membencinya membuat Rio memilih tidak mengikuti ekskul apapun.
“Alvin..menurutmu mengapa Gabriel membenciku?”Tanya Rio.
“Entahlah..mungkin ia merasa selalu kalah dengamu,Kau tau kan kalau kau lebih popular daripada
Gabriel”Alvin menjawab pertanyaan Rio dengan sedikit ragu
Rio sendiri tidak mengerti mengapa banyak orang mengaguminya,Ia bahkan ingin menjadi orang yang biasa biasa saja tidak terlalu popular , Itulah alasannya Rio tidak ingin mengikuti ekskul apapun dan memilih menjaga perpustakaan saja untuk menyelamatkan nilainya.
***
Alvin sedang sibuk mencatat langkah langkah praktik tumbuhan miliknya dan Sivia kali ini kelompoknya mendapat tugas menumbuhkan mawar.Sivia sebenarnya ingin membantu tapi terlalu lemas untuk mengeluarkan suara.
“Alvin apa yang bisa aku kerjakan?”Sivia berhasil mengeluarkan suara setelah mengumpulkan keberaniannya.
“Tolong ukur tinggi batang mawarnya”Kata Alvin.Via lalu mengambil penggaris yang ada di dekatnya.
“Tolong ya Sivia”Alvin tersenyum pada Sivia ,Sehingga Sivia melepaskan penggaris yang ada di tangannya.
“he-eh ngga..pap..paa”Jawab Sivia gagu.
Sivia mengarahkan penggarisnya ke batang mawar tapi penggaris itu malah bergetar getar terus mengikuti tangan Sivia yang gemetaran karna senyuman Alvin tadi.Sivia merutuki tangannya sendiri yang tidak bisa diam sehingga Sivia kesusahan mengukur batang mawar.
“Biar aku bantu juga ya”Alvin mengenggam tangan Sivia yang gemetaran setelah dari tadi Alvin belum juga mendengar Sivia melaporkan tinggi batang mawarnya.
Sivia ingin segera memegang dadanya takut jantungnya melompat mendapati tangan Alvin menggenggam tangannya dan tubuh Alvin tepat di belakangnya seperti memeluknya.Sivia tau ini bukan yang pertama Alvin sedekat ini dengannya tapi sesering apapun Alvin seperti ini Sivia akan selalu gemetaran dan gugup di dekat Alvin.
“Sivia kau semakin lucu ya”Alvin melepas tangan Sivia dan tertawa sambil menghadap wajah Sivia yang sudah memerah.Sivia jadi salah tingkah sendiri sehingga Ia tidak sadar tangannya menyentuh duri mawar.
“aww”Sivia merintih dan mengibas ngibaskan tangannya sendiri.
“Astaga Sivia.Kau harusnya hati hati’Kata Alvin lalu menarik tangan Sivia.
Alvin mencoba menghentikan pendarahan Sivia dengan menghisap darah di jari Sivia yang terluka.Sivia hanya diam menatap Alvin sedang memegangi tangannya.Alvin yang merasa di tatap oleh Sivia segera mengalihkan pandangannya menuju Sivia detik berikutnya mata mereka bertemu Sivia merasa darahnya sudah mendidih dalam tubuhnya, tatapan Alvin membuat tubuhnya terasa lemas begitu saja.
“Sivia nanti aku carikan kapas ya untuk menutup lukamu”Sivia hanya mengangguk mendengar perkataan Alvin.
***
Ify menggosokkan kedua telapak tangannya karna kedinginan,Matahari benar benar menghilang dan sekarang digantikan hujan.Ify menunggu hujan reda sendirian karna setelah kelas Habis Agni terlihat tergesa gesa kembali ke asrama dan Sivia ditarik Alvin menuju UKS.
“Ify?sedang apa”Ify menoleh dan mendapati ada Tristan disana.
“menunggu hujan reda..Aku ingin kembali keasrama”Jawab ify.
“Hujannya pasti lama”Sahut Tristan,Ify menghela nafas sebenarnya Ia tahu benar soal itu mendung yang menyelimuti begitu tebal.
“Ayoo ikut aku”Tristan merentangkan jaketnya di kepala dan menoleh pada Ify.”Cepat nanti kau sakit karna kedinginan berlama lama disini”sambung Tristan.
Ify tak punya pilihan lain,Tristan benar ia harus segera kembali ke asrama agar tidak sakit dan segera mengintrogarasi Agni soal kepergiannya pagi tadi dan alasan Agni tergesa gesa kembali ke asrama.Ify segera memasukan kepalanya kedalam jaket Tristan dan berlari menerobos hujan bersama Tristan.
***
Rio meluruskan tangannya yang sangat lelah sehabis memberi logo pada satu kardus penuh buku,Setelah selesai melakukan pekerjaannya Mrs.Shilla tidak punya alas an lain untuk menahan Rio lebih lama,Rio sudah membersihkan perpustakaan, mengelap setiap buku yang berdebu dan membantu member logo perpustakaan bada buku baru.
Rio segera keluar dari perpustakaan,ia baru menyadari kalau hari itu hujan.Ify pasti tidak bisa merasakan kehangatan matahari hari ini.Rio tiba tiba teringat akan gadis itu,Ia sekarang dapat merasakan aroma shampoo gadis itu memenuhi paru parunya dan Ia masih ingat kata kata gadis itu kemarin yang mengatakan tidak tau apa masih akan menyukai matahari saat dirinya tidak ada.Rio tiba tiba merindukannya.Ia memutuskan melihat kacang merah mereka berdua untuk mengobati rasa rindunya Ia menuju ke kelas biologi.
Rio segera menuju tempat praktiknya dan ify kemarin dan mendapati kacang merah mereka sudah banyak yang sudah berakar.Rio lalu melihat hasil laporan Ify dan mengecek lembaran itu satu persatu,Mata Rio berhenti ketika melihat nama kelompok yang ditulis Ify,Ada tiga orang yang Ify tulis dan satu orang lagi yang dilihatnya di kertas itu benar benar dikenalnya.Ia tau benar siapa itu.
Rio segera berlari keluar ruangan berharap menemukan Ify disana untuk meminta penjelasan,namun Ia hanya menemukan Gabriel sedang mematung sambil melihat kedepan,Rio mengikuti pandangan Gabriel dan ikut melihat bayangan Ify sedang menerobos hujan bersama orang yang namanya Ia lihat di tugas kelompoknya tadi.Rio merasakan tubuhnya memanas melihat Ify berduaan dengan Tristan,Ia lalu mengalihkan pandangannya pada Gabriel yang masih belum bergeming
“Gabriel! Cepat jelaskan mengapa orang itu ada disini?”Rio mulai naik pitam.
“Bukan urusanmu”Jawab Gabriel santai.
“Ini jelas urusanku!apa yang akan kau lakukan!”Rio mulai kehilangan kendali dan melayangkan pukulannya ke sudut kanan bibir Gabriel.
Gabriel kehilangan keseimbangan karna tidak siap oleh pukulan Rio dan terjatuh ke lantai,Gabriel merasakan badanya sakit semua karena pukulan rio tapi tidak sesakit hatinya.
“Apa yang kau dan sepupu mu itu akan lakukan pada Ify!cepat jawab!”Rio menarik kerah baju Gabriel dan membuat Gabriel menatap mata Rio yang penuh amarah itu.
“Tanya saja pada Tristan”Jawab Gabriel santai,Rio langsung menghempaskan tubuh Gabriel ke lantai karna ia merasa Gabriel tidak akan memberi taunya apapun.Rio lalu pergi meninggalkan Gabriel yang perasaanya sama hancurnya dengan Rio.Rio berjanji ia tidak akan membiarkan Tristan mencelakain Ify sedikitpun.
Categories
Another Life,
Cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar