DUA
Ify perlahan dapat membuka matanya yang terasa berat setelah
rangsangan aroma herbal,Ify perlahan dapat melihat bayangan Agni menyodorkan
wewangian herbal itu di hidungnya dan muka khawatir Agni sementara Sivia
berdiri di samping Agni pandangannya lurus ke depan.Ify mengikuti arah pandang
Sivia sampai menangkap sosok tiga orang laki laki.Ify melihat satu diantaranya
menatapnya sementara dua yang lainnya sibuk menatap ranjang sebelah seketika
pertanyaan ‘apa yang terjadi’ berputar di kepala ify.
“Ify…”Lirih Agni.Ify menoleh ke arah agni dan memijat
pelipisnya.
‘Ap..apaa. yang terjadi?”Tanya Ify.
‘harusnya aku yang bertanya mengapa kamu pingsan di
gudang.apa yang senior galak itu
lakukan!”cerca Agni.Sivia sekarang sudah mulai
menghadap Ify
“Ify..apa tidak terjadi apa apa?” Sivia ikut bertanya.
“seingatku tadi aku langsung terjatuh di depan
gudang.tidak..Agni senior itu tidak ada yang dilakukannya padaku”cerita
Ify.Agni hanya melengos mendengar penuturan Ify.
“tapi apa sudah tidak pusing lagi?”Tanya Sivia,Ify hanya
mengangguk.
“Rio” Pekik pemuda Sipit yang kemarin mengejek Ify gadis
bodoh .Ify langsung kaget mendengar nama
itu,kenapa dia ada disini terbaring
juga?
“Ohh sudah sadar rupanya”Timpal temannya.
“dasar lemah” sindir pemuda yang tidak ikut menghawatirkan
Rio tapi malah menghadap ranjang Ify padahal setau ify dia juga orang yang
bersama Rio selain dua pemuda di ranjang rio saat Ia baru tiba di sekolah ini
Mengapa.. mengapa ify merasa aneh saat pemuda itu tidak
peduli pada rio menurut Ify seharusnya semua orang menyayangi Rio,Ify bahkan
tidak tau mengapa ia juga begitu tertarik akan sosok Rio tapi ia memutuskan
untuk tetap tidak mau tau setidaknya
untuk beberapa saat ini.
“Gabriel!Rio sedang sakit”Pekik teman Rio yang rambutnya
cepak.
‘Sudahlah Cakka focus pada Rio”pemuda sipit itu menepuk
pundak temannya yang sedang emosi.
“Alvin dia keterlaluan Rio ini sepupunya”bentak cakka.yang
tadi di sebut Gabriel langsung
melangkanh tidak peduli ke arah pintu.
“biarkan saja dia, kalian tidak usah repot repot begitu”Sekarang
suara parau Rio terdengar.
Agni dan sivia sedang asik menonton adegan barusan, adegan
yang menurut sivia tidak pernah terlihat oleh murid lain tapi untuk mereka
bertiga? Ini exclusive!Sivia memandang terus laki laki sipit itu dalam
dalam,Sivia merasa kagum mendengar kata kata yang terlontar dari mulutnya,ia
begitu bijaksana.
“Aku keluar Rio,Aku ingin menyusul Gabriel”Alvin berlalu
dari hadapan Rio,Sivia tanpa sadar mengikuti laki laki itu.Agni yang masih
sibuk memastikan Ify baik baik saja jadi tidak menyadarinya juga.
“Cakka kau keluar saja,Aku baik baik saja”Rio menepuk tangan
Cakka pelan.sebenarnya ia sendiri tidak tau apa penyebab pening hebat di
kepalanya itu,rasanya sakit sekali saat melihat gadis itu roboh begitu
saja,seketika Ia merasa telah melanggar suatu janji,janji yang sama sekali
tidak ingat pernah di ikrarkannya.
“ify..sepertinya kamu belum sarapan”ujar Agni.”Ify
menggeleng.Agni menatap ify kesal.
“Biar aku buatkan bubur”paksa agni,Ify sama sekali tidak
berniat menjawab pernyataan Agni ia memandang Rio yang memaksakan dirinya
berjalan.
“Ri-Rio”panggil Ify.Rio hanya berhenti berjalan tapi tidak
menoleh ke arah ify.
“Apa..kau tidak apa apa?” Tanya Ify takut takut.Rio sendiri
merasakan suara debaran jantungnya lebih keras dari suara Ify.
“Hmmm”Rio hanya bergumam sambil tidak yakin Ify bisa
mendengarnya.Kali ini suaranya yang tenggelam dalam melodi jantungnya sendiri.
“Sebaiknya makan bubur dulu,biar nanti Agni yang
membuatkan”Ify menoleh pada Agni yang melotot tajam.Rio hanya menoleh ke arah
kiri tanpa melihat Ify.
“tidak perlu”Ucap Rio datar lalu pergi Dari hadapan ify.
“Ify sebaiknya jauhi dia, Dia itu aneh”tegur Agni.
“Agni.,.dia itu baik’bela Ify.
“Apa orang baik tidak bisa berkata terima kasih?”Cibir
agni,ify hanya menggidikan Bahu.
Agni berlalu dari ruang UKS lalu menuju dapur,Ternyata Agni
tidak perlu susah susah memasak bubur karna disini ada bubur instan.Agni hanya
tinggal mencari termos saja.
“Aww..”Pekik seseorang ,Agni menoleh ke sumber suara dan
mendapati seseorang yang ada di UKS tadi.
“Panas”keluh orang itu sambil mengibaskan tangannya.
“Apa sudah selesai dengan termosnya?”Tanya Agni dari
belakang orang itu tanpa memperdulikan
orang itu sedang kesakitan.
“Pakai dulu saja”Orang itu membalik badanya dan menunjukan
termos pada Agni dengan dagunya.
Agni mencingcang beberapa daging ayam rebus dan memasukannya
ke bubur ify lalu menuangkan beberapa kecap asin,sementara Cakka-orang tadi-
memperhatikan tingkah agni.
“ada apa?’Agni menoleh ke arah Cakka dan menatapnya sinis.
“kenapa ditambahkan ayam?’tanya Cakka tidak mengerti.
“supaya rasanya tidak monotone”jawab Agni.
“Buatkan satu untukku,ku mohon”Ucap Cakka.
“Buat saja sendiri ini sangat mudah” elak Agni.
“iya..mudah jika aku bisa menuang air termos sendiri”Agni
melengos mendengar perkataan cakka.
Dengan cepat Agni menyambar bungkusan bubur instan lain lalu
menuangkan air panas diatasnya dan mengaduknya sebentar setelah itu ia
mencingcang lagi potongan ayamnya dan menambahkan kecap manis ke dalamnya.Cakka
dengan takjub memperhatikan Agni memasak dari tadi hanya tersenyum kagum.
“Ini”Agni menyodorkan semangkuk bubur pada cakka lalu
beranjak keluar dari dapur.
***
“Apa sudah tidak sakit lagi?”Ify terkejut mendengar
seseorang menegurnya ketika hendak duduk.
“Oh..tidak apa apa”sambar Ify.
“Biar ku bantu”Orang tadi membantu Ify duduk di ranjang.
‘terimakasi..”Ify menggantung kata katanya tidak tau siapa
nama orang itu.
“Gabriel”Ify hanya mengangguk mendengar orang itu
menyebutkan namanya dan mengerti kode dari Ify.
“ingin kembali ke kamar?”Tanya orang itu,Ify langsung
mengangguk setuju.Bosan juga berada disini sendiri.Gabriel lalu merangkul tubuh
ify dan membopongnya keluar dari UKS
“ify..in”Ucapan Agni terhenti ketika menyadari Ify tidak ada
disini.rupanya Ify lupa kalau Ia sedang kedapur
“hah..mungkin dikamar”Agni segera membalik langkahnya menuju
kamar dengan cepat.
Setibanya di kamar Agni langsung mengetuk pintu namun
ternyata pintu itu malah terbuka sendiri.
“ahh kenapa tidak dikunci bagaimana nanti kalau ada
maling!”gerutu Agni yang langsung berjalan cepat ke dalam.
‘Siviaa kenapa tidak mengunci pintu?”Agni mendapati Sivia
yang sedang duduk memeluk lutut sambil memandang kosong ke depan.
“Siviaa”Agni memperbesar suaranya sadar kalu sivia tidak
menjawab pertanyaanya.
‘tok..tok..tok’Agni mendengar suara pintu langsung meletakan
bubur Ify di meja dan menuju ke
pintu.
“ify.. aku mencarimu tadi’ketus agni.
“maaf Agni tadi aku bertemu Gabriel’Ujar Ify.
“ohh cepat masuk Sivia aneh sekali”gerutu Agni yang langsung
menuju kepada Sivia lagi.
“Gabriel terima kasih ya”Ucap Ify lalu mengikuti Agni.
“gadis manis”Bisik Gabriel sampai tidak terdengar bersamaaan
dengan suara tutupan pintu ify.
“Siviaa”Kini giliran Ify yang memanggil Sivia sementara Agni
mengguncang guncang tubuh Sivia yang mematung.
“Sivia ada apa?”sekarang Ify mulai panik.”Agni tadi terakhir
kemana dia pergi?”Tanya Ify khawatir.
“Aku tidak tau ify”Jawab Agni
“Dia menatapku..”Ujar sivia pelan,Agni dan Ify langsung
berpandangan.
“Apa?”ucap mereka hampir bersamaan.
“Dia menatapku..”Suara Sivia semakin pelan.
“Siviaa apa kau sudah gila?”Tanya Agni kesal,Ify lalu
menepuk bahu Agni menyuruhnya diam.
“Siapa yang menatapmu?’ujar Ify lembut.
“Alvin..”Mata sivia berbinar binar.
“Siapa?”Ify dan agni memekik.
‘alvin..yang tadi itu”sivia menghadap Ify dan Agni.
“maksudku bagaimana bisa?”Tanya ify,pantas saja Sivia
menjadi aneh!Bukannya Sivia selalu bereaksi lebih saat bertemu dengan anak anak
laki laki itu?pantas saja sivia tidak memerhatikan ify di UKS ia lebih senang
dengan kesempatang langka –menurutnya-
‘Aku mengikutinya….tanpa sadar”Ucap Sivia
“Jadi tadi saat kau tidak ada..kau?”Selidik agni,Sivia
mengangguk semangat.Ify melengos mendengarnya.
“lalu?”Ucap Ify tak semangat.
“Aku tak tau dia mungkin sadar aku mengikutinya tiba tiba
berhenti dan saat itu aku yang masih belum sadar tiba tiba menubruknya karna
tidak melihat dia berhenti”Cerita Sivia.
“heh Sivia katanya tadi dia melihatmu”Cibir Agni.
“Aku belum selesai”Ujar Sivia kesal.
“lalu saat aku terjatuh aku mulai sadar kalau dari tadi aku mengikuti
Alvin tanpa sadar,ahh pesonanya dapat menghipnotisku’Ujar Sivia menggebu.
“Hanya itu?”giliran ify yang merasa kesal.
“tidak! Dia membantuku berdiri dan…”Sivia member penjedaan
pada kalimatnya Ify dan Agni terlihat biasa saja,Sivia mengernyitkan dahinya.
‘dia menatapmu’sambar Agni sambil mengalihkan
pandangannya.Sivia hendak mengambil suara
“dalam dalam”ujar Ify cepat mengetahui apa yang akan di
bicarakan sivia.Sivia tersenyum lebar mendengar kata kata Ify.
“Sivia..aku kira kau habis diculik tadi”sergah Agni
‘Ternyata..”Agni menggelengkan kepalanya.
‘agni tubuku kaku mengingat tatapan alvin’protes Sivia.
‘haaa terserahlah”Agni bangkit dari duduknya dan mengambil
bubur ify.
“Ify ini buburmu”ujar Agni menyodorkan bubur ify.Ify
menerimanya dan tersenyum kea rah Agni.
“kenapa Gabriel mengantarmu tadi?”Tanya Agni,Ify langsung
mendelik kearah Agni sambil menunjuk Sivia dengan sendok makanya.
“Agni..sebaiknya kita harus buat peraturan kalau tidak boleh
membicarakan cowok popular itu di depan Sivia”Ujar Ify saat melihat ekspresi
Sivia seperti habis melihat hantu,Agni hanya menggeleng ringan melihat tingkah
Sivia yang cepat tanggap itu.
***
Cakka menghempasakn tubuhnya di samping Rio yang sibuk
dengan TV.Ia lalu menyodorkan bubur tanpa ayam pada Rio,Rio melirik mangkok
Cakka langsung mengerutkan keningnya.
“Cakka aku tidak mau ini”protes rio.
“Ahh ada apa?’
“Lihat punyamu..dan bandingkan dengan punyaku”Cibir Rio.
“punyaku special dan punyamu special”Jawab Cakka.
“special apanya?ini sama sekali berbeda Cakka”Jawab Rio
kesal.
“yang ini special buatanku dan ini special dibuatkan untuk
aku”
“Apa?ini buatanmu”Rio melotot.”sebaiknya aku menunggu jam
makan siang saja”jawab Rio tidak berselera.
“terserahlah”Cakka langsung menyendok bubur berisi ayamnya.
“hei..katanya tadi ini dibuatkan special untukmu,siapa yang
membuatkanya?”Goda Rio.
“Bukan urusanmu”cakka memasukan sesendok besar bubur ke
mulutnya sambil menatap Rio kesal.
“hmmm lets see Cakka will have girly girlfriend’Goda Rio.
“Rio!apa kamu ingin aku buat Ify pingsan ?”Tanya Cakka
geram.
“heii ini tidak ada hubunganya!”Protes rio.
“Aaa kau juga pingsan melihatnya terjatuh tadi”Cakka
tersenyum penuh kemenangan.
Rio mengambil remotenya dan mengganti chanel TVnya,Ia sama
sekali tidak lagi mempermasalahkan bubur itu tapi sekarang pertanyaan Cakka
memang benar.Mengapa bisa seaneh ini?Mengapa..apa ada yang salah denganku dan
Ify?Karna rasanya ia merasakan tubuhnya melemas dan kepalanya berat sementara
dadanya sesak tak bisa menampung oksigen
***
“Baiklah hari ini kalian akan membersihkan lingkungan
sekolah’perintah Miss Fay.Seluruh peserta Mos hanya mengangguk.
‘Agni..Cakka..Oik”kalian satu kelompok cepat bersihkan
lapangan depan.Agni melangkah gontai menuju arah Cakka.
“Siviaa..Ray..”kalian satu kelompok.
“Miss apa hanya berdua saja?”Tanya Ray bingung.
“Alvin rupanya kau juga di kelompok ini”Miss Fay
memperhatikan lagi kertas yang ada di tangannya sambil menunjuk Alvin.
Ify melengos ketika tangannya yang di genggam Sivia bergetar hebat,Bukan hal aneh lagi Sivia
menunjukan reaksi berlebihan tentang ke empat cowok itu.
“Heh Sivia cepat kesini”perintah Ray pada Sivia,Sivia benar
benar merasa kakinya begitu berat untuk berjalan ke arah Ray dan Alvin.
“Ify..”Ify tersentak
ketika namanya dipanggil,ia harap harap cemas karna Sivia dan Agni tidak satu
kelompok dengannya “Gabriel dan Rio”Lanjut Miss fay.Ify langsung merasakan
sentuhan tanggan menepuk pundaknya,ternyata Gabriel.
Agni mengikat plastik hitam tempat daun daun kering yang
telah di kumpulkannya.lalu melihat Oik dan Cakka yang asik bercanda berdua.
“Aku sudah selesai”Agni menghempaskan tempat sampahnya dan
hendak beranjak dari Oik dan cakka.
“Agni buatkan kami minum ya..tenggorokanku sakit’Ujar Oik
yang membuat Agni melotot.
“Ap..Apaa?’Tanya Agni tidak percaya.
“Ia tadi Cakka bercerita kalau kamu pintar memasak”Jawab
oik.
“Ayolaaah tolong kami sebentar”Mohon Cakka,Agni segera
melangkahkan kakinya ke dapur dan meninggalkan Oik serta Cakka yang kembali bercanda.
***
“Sivia ada apa?kenapa wajahmu pucat?”Alvin menyentuh dahi
Sivia dengan Punggung tanganya.
“dingin sekali”gumamnya.”Sivia disini dingin?”Tanya Alvin.
Sivia malah merasakan tangannya bergetar hebat sampai sampai
sapu di tangannya ikut bergoyang.
“Pakai sweaterku”Alvin melepaskan sweater hijaunya setelah
melihat tubuh Sivia bergetar hebat dan menyodorkannya ke arah Sivia,tapi Sivia
merasakan kaku di sendinya sama sekali tidak mampu bergerak.
“Baiklah”Ujar Alvin lalu melepaskan sapu di tangan Sivia dan
memakaikan sweaternya pada Sivia.
“Ray kita saja yang melanjutkan,Sivia sepertinya sedang
sakit”Alvin memanggil Ray yang sibuk memasukkan daun kering ke kantong plastik.
“baiklah ini sudah hampir selesai”Sahut Ray.
Alvin lalu mengajak Sivia duduk di bawah pohon akasia besar
di dekat tempat mereka bertugas.Sivia semakin bertingkah aneh dan masih tetap
bisu.
“Sivia..apa sebaiknya di UKS saja?”Tanya Alvin.Sivia hanya
menggeleng pelan sekali.
“Sivia sangat lucu”Ujar Alvin sambil tersenyum
“App..Apaa?”Sivia sedikit berteriak dengan suara
bergetar,Entah ia mendapat kekuatan dari mana.
“Kamu sangat lucu’Alvin mengulang pernyataanya dan menatap
lembut Sivia,Sivia hanya mempu mengatur nafasnya yang sangat memburu itu lalu
menatap Alvin takut takut.
“hahahahha kamu lucu sekali”Alvin tertawa melihat ekspresi
sivia.
“haha,,hahha”SIvia hanya mampu tertawa pelan dan terdengar
aneh.
***
Ify meletakan tangannya di pinggang setelah dari tadi
berkutat dengan sapunya.Ify membalik badanya ketika merasakan tubuhnya di
rangkul
“eh..Gabriel?’Tanya Ify kaget,Gabriel hanya
tersenyum”pekerjaanmu? Apa sudah beres?”Tanya Ify
“ohh itu sudah”Gabriel menunjuk kantong plastik hitam
miliknya.Ify hanya mengangguk dan duduk untuk melepaskan rangkulan Gabriel
dengan halus tetapi Gabriel malah ikut duduk di samping Ify.sementara Rio sibuk
menjejalkan sampah sampah itu tapi matanya tak lepas dari adegan di
depannya.
“Astaga!”pekik Rio saat menyadari kantong plastiknya sobek
karna ia terlalu kasar memasukan dedaunan itu.Ify dan Gabriel menoleh ke arah
rio
“dasar bodoh”ejek Gabriel mengikuti Ify yang berjalan menuju
ke arah Rio.
“Gabriel bertengkar tidak akan menyelesaikan
masalah,sebaiknya carikan Rio plastic Baru”Ujar ify.
“tapi..Fy”elak Gabriel.
“sudahlah ini tugas kelompok lagipula Rio juga temanmu,Apa
salahnya membantu?”Gabriel menghela nafas mendengar kata kata ify ia lalu
beranjak menuju panitia MOS.
‘Biar Aku bantu”Ify mengambil segenggam Daun
“jangan”Ujar Rio datar.
“ini tugas bersama Rio”hadang Ify.
“tanganmu kotor’Rio meraih tangan ify dan membersihkan
tangannya.Ify menatap rio dalam dalam.
“Ri-Rio”panggil Ify.
“apa?’Ucap Rio datar.
“apa kita pernah bertemu sebelumnya?”Tanya Ify.
Rio hanya diam,Ify tidak berani bertanya lagi melihat
ekspresi Rio yang susah dibaca itu.Ify memilih mengetuk ngetukan jarinya ke
pegangan sapu.
“berhenti,aku tidak suka”Rio menggengam tangan ify.Ify
segera merasa jarinya lemas dan tidak bisa bergerak lagi.
“pertanyaan itu.Apa perlu aku jawab?’Tanya Rio.Ify
mengangguk ragu.
“aku tidak tau”jawab rio datar.
“tapi aku merasa pernahh…”Ucapan ify terpotong saat
mendengar suara Gabriel
“Ify ini tas plastiknya jadi tidak perlu berpegangan tangan
begitu”Gabriel mengangetkan Rio dan ify
Rio segera melepaskan tangan Ify lalu kembali memasukan sampahnya ke kantong plastik
baru.Sementara ify menunduk mengusap tanganya dan menghindari tatapan tajam
Gabriel tak lama kemudian Ify bangkit akan mengumpulkan sampahnya,Gabriel mengikuti
Ify dari belakang.
“liat saja..aku sudah punya rencana”Ujar Gabriel pelan
sampai ify pun tidak mendengar



0 komentar:
Posting Komentar