Rabu, 12 Desember 2012

Another Life l Dua

Diposting oleh Ossi Widiari di 21.52


DUA


Ify perlahan dapat membuka matanya yang terasa berat setelah rangsangan aroma herbal,Ify perlahan dapat melihat bayangan Agni menyodorkan wewangian herbal itu di hidungnya dan muka khawatir Agni sementara Sivia berdiri di samping Agni pandangannya lurus ke depan.Ify mengikuti arah pandang Sivia sampai menangkap sosok tiga orang laki laki.Ify melihat satu diantaranya menatapnya sementara dua yang lainnya sibuk menatap ranjang sebelah seketika pertanyaan ‘apa yang terjadi’ berputar di kepala ify.


“Ify…”Lirih Agni.Ify menoleh ke arah agni dan memijat pelipisnya.

‘Ap..apaa. yang terjadi?”Tanya Ify.

‘harusnya aku yang bertanya mengapa kamu pingsan di gudang.apa yang senior galak itu 
lakukan!”cerca Agni.Sivia sekarang sudah mulai menghadap Ify

“Ify..apa tidak terjadi apa apa?” Sivia ikut bertanya.

“seingatku tadi aku langsung terjatuh di depan gudang.tidak..Agni senior itu tidak ada yang dilakukannya padaku”cerita Ify.Agni hanya melengos mendengar penuturan Ify.

“tapi apa sudah tidak pusing lagi?”Tanya Sivia,Ify hanya mengangguk.

“Rio” Pekik pemuda Sipit yang kemarin mengejek Ify gadis bodoh  .Ify langsung kaget mendengar nama itu,kenapa dia ada disini  terbaring juga?

“Ohh sudah sadar rupanya”Timpal temannya.

“dasar lemah” sindir pemuda yang tidak ikut menghawatirkan Rio tapi malah menghadap ranjang Ify padahal setau ify dia juga orang yang bersama Rio selain dua pemuda di ranjang rio saat Ia baru tiba di sekolah ini

Mengapa.. mengapa ify merasa aneh saat pemuda itu tidak peduli pada rio menurut Ify seharusnya semua orang menyayangi Rio,Ify bahkan tidak tau mengapa ia juga begitu tertarik akan sosok Rio tapi ia memutuskan untuk tetap tidak  mau tau setidaknya untuk beberapa saat ini.

“Gabriel!Rio sedang sakit”Pekik teman Rio yang rambutnya cepak.

‘Sudahlah Cakka focus pada Rio”pemuda sipit itu menepuk pundak temannya yang sedang emosi.

“Alvin dia keterlaluan Rio ini sepupunya”bentak cakka.yang tadi di sebut Gabriel langsung 
melangkanh tidak peduli ke arah pintu.

“biarkan saja dia, kalian tidak usah repot repot begitu”Sekarang suara parau Rio terdengar.

Agni dan sivia sedang asik menonton adegan barusan, adegan yang menurut sivia tidak pernah terlihat oleh murid lain tapi untuk mereka bertiga? Ini exclusive!Sivia memandang terus laki laki sipit itu dalam dalam,Sivia merasa kagum mendengar kata kata yang terlontar dari mulutnya,ia begitu bijaksana.

“Aku keluar Rio,Aku ingin menyusul Gabriel”Alvin berlalu dari hadapan Rio,Sivia tanpa sadar mengikuti laki laki itu.Agni yang masih sibuk memastikan Ify baik baik saja jadi tidak menyadarinya juga.

“Cakka kau keluar saja,Aku baik baik saja”Rio menepuk tangan Cakka pelan.sebenarnya ia sendiri tidak tau apa penyebab pening hebat di kepalanya itu,rasanya sakit sekali saat melihat gadis itu roboh begitu saja,seketika Ia merasa telah melanggar suatu janji,janji yang sama sekali tidak ingat pernah di ikrarkannya.

“ify..sepertinya kamu belum sarapan”ujar Agni.”Ify menggeleng.Agni menatap ify kesal.

“Biar aku buatkan bubur”paksa agni,Ify sama sekali tidak berniat menjawab pernyataan Agni ia memandang Rio yang memaksakan dirinya berjalan.

“Ri-Rio”panggil Ify.Rio hanya berhenti berjalan tapi tidak menoleh ke arah ify.

“Apa..kau tidak apa apa?” Tanya Ify takut takut.Rio sendiri merasakan suara debaran jantungnya lebih keras dari suara Ify.

“Hmmm”Rio hanya bergumam sambil tidak yakin Ify bisa mendengarnya.Kali ini suaranya yang tenggelam dalam melodi jantungnya sendiri.

“Sebaiknya makan bubur dulu,biar nanti Agni yang membuatkan”Ify menoleh pada Agni yang melotot tajam.Rio hanya menoleh ke arah kiri tanpa melihat Ify.

“tidak perlu”Ucap Rio datar lalu pergi Dari hadapan ify.

“Ify sebaiknya jauhi dia, Dia itu aneh”tegur Agni.

“Agni.,.dia itu baik’bela Ify.

“Apa orang baik tidak bisa berkata terima kasih?”Cibir agni,ify hanya menggidikan Bahu.
Agni berlalu dari ruang UKS lalu menuju dapur,Ternyata Agni tidak perlu susah susah memasak bubur karna disini ada bubur instan.Agni hanya tinggal mencari termos saja.

“Aww..”Pekik seseorang ,Agni menoleh ke sumber suara dan mendapati seseorang yang ada di UKS tadi.

“Panas”keluh orang itu sambil mengibaskan tangannya.

“Apa sudah selesai dengan termosnya?”Tanya Agni dari belakang orang itu tanpa memperdulikan 
orang itu sedang kesakitan.

“Pakai dulu saja”Orang itu membalik badanya dan menunjukan termos pada Agni dengan dagunya.

Agni mencingcang beberapa daging ayam rebus dan memasukannya ke bubur ify lalu menuangkan beberapa kecap asin,sementara Cakka-orang tadi- memperhatikan tingkah agni.

“ada apa?’Agni menoleh ke arah Cakka dan menatapnya sinis.

“kenapa ditambahkan ayam?’tanya Cakka tidak mengerti.

“supaya rasanya tidak monotone”jawab Agni.

“Buatkan satu untukku,ku mohon”Ucap Cakka.

“Buat saja sendiri ini sangat mudah” elak Agni.

“iya..mudah jika aku bisa menuang air termos sendiri”Agni melengos mendengar perkataan cakka.

Dengan cepat Agni menyambar bungkusan bubur instan lain lalu menuangkan air panas diatasnya dan mengaduknya sebentar setelah itu ia mencingcang lagi potongan ayamnya dan menambahkan kecap manis ke dalamnya.Cakka dengan takjub memperhatikan Agni memasak dari tadi hanya tersenyum kagum.

“Ini”Agni menyodorkan semangkuk bubur pada cakka lalu beranjak keluar dari dapur.
***
“Apa sudah tidak sakit lagi?”Ify terkejut mendengar seseorang menegurnya ketika hendak duduk.

“Oh..tidak apa apa”sambar Ify.

“Biar ku bantu”Orang tadi membantu Ify duduk di ranjang.


‘terimakasi..”Ify menggantung kata katanya tidak tau siapa nama orang itu.

“Gabriel”Ify hanya mengangguk mendengar orang itu menyebutkan namanya dan mengerti kode dari Ify.

“ingin kembali ke kamar?”Tanya orang itu,Ify langsung mengangguk setuju.Bosan juga berada disini sendiri.Gabriel lalu merangkul tubuh ify dan membopongnya keluar dari UKS

“ify..in”Ucapan Agni terhenti ketika menyadari Ify tidak ada disini.rupanya Ify lupa kalau Ia sedang kedapur

“hah..mungkin dikamar”Agni segera membalik langkahnya menuju kamar dengan cepat.
Setibanya di kamar Agni langsung mengetuk pintu namun ternyata pintu itu malah terbuka sendiri.

“ahh kenapa tidak dikunci bagaimana nanti kalau ada maling!”gerutu Agni yang langsung berjalan cepat ke dalam.

‘Siviaa kenapa tidak mengunci pintu?”Agni mendapati Sivia yang sedang duduk memeluk lutut sambil memandang kosong ke depan.

“Siviaa”Agni memperbesar suaranya sadar kalu sivia tidak menjawab pertanyaanya.

‘tok..tok..tok’Agni mendengar suara pintu langsung meletakan bubur Ify di meja dan menuju ke 
pintu.

“ify.. aku mencarimu tadi’ketus agni.

“maaf Agni tadi aku bertemu Gabriel’Ujar Ify.

“ohh cepat masuk Sivia aneh sekali”gerutu Agni yang langsung menuju kepada Sivia lagi.

“Gabriel terima kasih ya”Ucap Ify lalu mengikuti Agni.

“gadis manis”Bisik Gabriel sampai tidak terdengar bersamaaan dengan suara tutupan pintu ify.

“Siviaa”Kini giliran Ify yang memanggil Sivia sementara Agni mengguncang guncang tubuh Sivia yang mematung.

“Sivia ada apa?”sekarang Ify mulai panik.”Agni tadi terakhir kemana dia pergi?”Tanya Ify khawatir.

“Aku tidak tau ify”Jawab Agni

“Dia menatapku..”Ujar sivia pelan,Agni dan Ify langsung berpandangan.

“Apa?”ucap mereka hampir bersamaan.

“Dia menatapku..”Suara Sivia semakin pelan.

“Siviaa apa kau sudah gila?”Tanya Agni kesal,Ify lalu menepuk bahu Agni menyuruhnya diam.

“Siapa yang menatapmu?’ujar Ify lembut.

“Alvin..”Mata sivia berbinar binar.

“Siapa?”Ify dan agni memekik.

‘alvin..yang tadi itu”sivia menghadap Ify dan Agni.

“maksudku bagaimana bisa?”Tanya ify,pantas saja Sivia menjadi aneh!Bukannya Sivia selalu bereaksi lebih saat bertemu dengan anak anak laki laki itu?pantas saja sivia tidak memerhatikan ify di UKS ia lebih senang dengan kesempatang langka –menurutnya-

‘Aku mengikutinya….tanpa sadar”Ucap Sivia

“Jadi tadi saat kau tidak ada..kau?”Selidik agni,Sivia mengangguk semangat.Ify melengos mendengarnya.

“lalu?”Ucap Ify tak semangat.

“Aku tak tau dia mungkin sadar aku mengikutinya tiba tiba berhenti dan saat itu aku yang masih belum sadar tiba tiba menubruknya karna tidak melihat dia berhenti”Cerita Sivia.

“heh Sivia katanya tadi dia melihatmu”Cibir Agni.

“Aku belum selesai”Ujar Sivia kesal.

“lalu saat aku terjatuh aku mulai sadar kalau dari tadi aku mengikuti Alvin tanpa sadar,ahh pesonanya dapat menghipnotisku’Ujar Sivia menggebu.

“Hanya itu?”giliran ify yang merasa kesal.

“tidak! Dia membantuku berdiri dan…”Sivia member penjedaan pada kalimatnya Ify dan Agni terlihat biasa saja,Sivia mengernyitkan dahinya.

‘dia menatapmu’sambar Agni sambil mengalihkan pandangannya.Sivia hendak mengambil suara

“dalam dalam”ujar Ify cepat mengetahui apa yang akan di bicarakan sivia.Sivia tersenyum lebar mendengar kata kata Ify.

“Sivia..aku kira kau habis diculik tadi”sergah Agni ‘Ternyata..”Agni menggelengkan kepalanya.

‘agni tubuku kaku mengingat tatapan alvin’protes Sivia.

‘haaa terserahlah”Agni bangkit dari duduknya dan mengambil bubur ify.

“Ify ini buburmu”ujar Agni menyodorkan bubur ify.Ify menerimanya dan tersenyum kea rah Agni.

“kenapa Gabriel mengantarmu tadi?”Tanya Agni,Ify langsung mendelik kearah Agni sambil menunjuk Sivia dengan sendok makanya.

“Agni..sebaiknya kita harus buat peraturan kalau tidak boleh membicarakan cowok popular itu di depan Sivia”Ujar Ify saat melihat ekspresi Sivia seperti habis melihat hantu,Agni hanya menggeleng ringan melihat tingkah Sivia yang cepat tanggap itu.
***
Cakka menghempasakn tubuhnya di samping Rio yang sibuk dengan TV.Ia lalu menyodorkan bubur tanpa ayam pada Rio,Rio melirik mangkok Cakka langsung mengerutkan keningnya.

“Cakka aku tidak mau ini”protes rio.

“Ahh ada apa?’

“Lihat punyamu..dan bandingkan dengan punyaku”Cibir Rio.

“punyaku special dan punyamu special”Jawab Cakka.

“special apanya?ini sama sekali berbeda Cakka”Jawab Rio kesal.

“yang ini special buatanku dan ini special dibuatkan untuk aku”

“Apa?ini buatanmu”Rio melotot.”sebaiknya aku menunggu jam makan siang saja”jawab Rio tidak berselera.

“terserahlah”Cakka langsung menyendok bubur berisi ayamnya.

“hei..katanya tadi ini dibuatkan special untukmu,siapa yang membuatkanya?”Goda Rio.

“Bukan urusanmu”cakka memasukan sesendok besar bubur ke mulutnya sambil menatap Rio kesal.

“hmmm lets see Cakka will have girly girlfriend’Goda Rio.

“Rio!apa kamu ingin aku buat Ify pingsan ?”Tanya Cakka geram.

“heii ini tidak ada hubunganya!”Protes rio.

“Aaa kau juga pingsan melihatnya terjatuh tadi”Cakka tersenyum penuh kemenangan.

Rio mengambil remotenya dan mengganti chanel TVnya,Ia sama sekali tidak lagi mempermasalahkan bubur itu tapi sekarang pertanyaan Cakka memang benar.Mengapa bisa seaneh ini?Mengapa..apa ada yang salah denganku dan Ify?Karna rasanya ia merasakan tubuhnya melemas dan kepalanya berat sementara dadanya sesak tak bisa menampung oksigen
***
“Baiklah hari ini kalian akan membersihkan lingkungan sekolah’perintah Miss Fay.Seluruh peserta Mos hanya mengangguk.

‘Agni..Cakka..Oik”kalian satu kelompok cepat bersihkan lapangan depan.Agni melangkah gontai menuju arah Cakka.

“Siviaa..Ray..”kalian satu kelompok.

“Miss apa hanya berdua saja?”Tanya Ray bingung.

“Alvin rupanya kau juga di kelompok ini”Miss Fay memperhatikan lagi kertas yang ada di tangannya sambil menunjuk Alvin.

Ify melengos ketika tangannya yang di genggam  Sivia bergetar hebat,Bukan hal aneh lagi Sivia menunjukan reaksi berlebihan tentang ke empat cowok itu.

“Heh Sivia cepat kesini”perintah Ray pada Sivia,Sivia benar benar merasa kakinya begitu berat untuk berjalan ke arah Ray dan Alvin.

“Ify..”Ify  tersentak ketika namanya dipanggil,ia harap harap cemas karna Sivia dan Agni tidak satu kelompok dengannya “Gabriel dan Rio”Lanjut Miss fay.Ify langsung merasakan sentuhan tanggan menepuk pundaknya,ternyata Gabriel.

Agni mengikat plastik hitam tempat daun daun kering yang telah di kumpulkannya.lalu melihat Oik dan Cakka yang asik bercanda berdua.

“Aku sudah selesai”Agni menghempaskan tempat sampahnya dan hendak beranjak dari Oik dan cakka.

“Agni buatkan kami minum ya..tenggorokanku sakit’Ujar Oik yang membuat Agni melotot.

“Ap..Apaa?’Tanya Agni tidak percaya.

“Ia tadi Cakka bercerita kalau kamu pintar memasak”Jawab oik.

“Ayolaaah tolong kami sebentar”Mohon Cakka,Agni segera melangkahkan kakinya ke dapur dan meninggalkan Oik serta Cakka yang kembali bercanda.

 ***
“Sivia ada apa?kenapa wajahmu pucat?”Alvin menyentuh dahi Sivia dengan Punggung tanganya.

“dingin sekali”gumamnya.”Sivia disini dingin?”Tanya Alvin.

Sivia malah merasakan tangannya bergetar hebat sampai sampai sapu di tangannya ikut bergoyang.

“Pakai sweaterku”Alvin melepaskan sweater hijaunya setelah melihat tubuh Sivia bergetar hebat dan menyodorkannya ke arah Sivia,tapi Sivia merasakan kaku di sendinya sama sekali tidak mampu bergerak.

“Baiklah”Ujar Alvin lalu melepaskan sapu di tangan Sivia dan memakaikan sweaternya pada Sivia.

“Ray kita saja yang melanjutkan,Sivia sepertinya sedang sakit”Alvin memanggil Ray yang sibuk memasukkan daun kering ke kantong plastik.

“baiklah ini sudah hampir selesai”Sahut Ray.

Alvin lalu mengajak Sivia duduk di bawah pohon akasia besar di dekat tempat mereka bertugas.Sivia semakin bertingkah aneh dan masih tetap bisu.

“Sivia..apa sebaiknya di UKS saja?”Tanya Alvin.Sivia hanya menggeleng pelan sekali.

“Sivia sangat lucu”Ujar Alvin sambil tersenyum

“App..Apaa?”Sivia sedikit berteriak dengan suara bergetar,Entah ia mendapat kekuatan dari mana.

“Kamu sangat lucu’Alvin mengulang pernyataanya dan menatap lembut Sivia,Sivia hanya mempu mengatur nafasnya yang sangat memburu itu lalu menatap Alvin takut takut.

“hahahahha kamu lucu sekali”Alvin tertawa melihat ekspresi sivia.

“haha,,hahha”SIvia hanya mampu tertawa pelan dan terdengar aneh.
***
Ify meletakan tangannya di pinggang setelah dari tadi berkutat dengan sapunya.Ify membalik badanya ketika merasakan tubuhnya di rangkul

“eh..Gabriel?’Tanya Ify kaget,Gabriel hanya tersenyum”pekerjaanmu? Apa sudah beres?”Tanya Ify

“ohh itu sudah”Gabriel menunjuk kantong plastik hitam miliknya.Ify hanya mengangguk dan duduk untuk melepaskan rangkulan Gabriel dengan halus tetapi Gabriel malah ikut duduk di samping Ify.sementara Rio sibuk menjejalkan sampah sampah itu tapi matanya tak lepas dari adegan di 
 depannya.

“Astaga!”pekik Rio saat menyadari kantong plastiknya sobek karna ia terlalu kasar memasukan dedaunan itu.Ify dan Gabriel menoleh ke arah rio

“dasar bodoh”ejek Gabriel mengikuti Ify yang berjalan menuju ke arah Rio.

“Gabriel bertengkar tidak akan menyelesaikan masalah,sebaiknya carikan Rio plastic Baru”Ujar ify.

“tapi..Fy”elak Gabriel.

“sudahlah ini tugas kelompok lagipula Rio juga temanmu,Apa salahnya membantu?”Gabriel menghela nafas mendengar kata kata ify ia lalu beranjak menuju panitia MOS.

‘Biar Aku bantu”Ify mengambil segenggam Daun

“jangan”Ujar Rio datar.

“ini tugas bersama Rio”hadang Ify.

“tanganmu kotor’Rio meraih tangan ify dan membersihkan tangannya.Ify menatap rio dalam dalam.

“Ri-Rio”panggil Ify.

“apa?’Ucap Rio datar.

“apa kita pernah bertemu sebelumnya?”Tanya Ify.

Rio hanya diam,Ify tidak berani bertanya lagi melihat ekspresi Rio yang susah dibaca itu.Ify memilih mengetuk ngetukan jarinya ke pegangan sapu.

“berhenti,aku tidak suka”Rio menggengam tangan ify.Ify segera merasa jarinya lemas dan tidak bisa bergerak lagi.

“pertanyaan itu.Apa perlu aku jawab?’Tanya Rio.Ify mengangguk ragu.

“aku tidak tau”jawab rio datar.

“tapi aku merasa pernahh…”Ucapan ify terpotong saat mendengar suara Gabriel

“Ify ini tas plastiknya jadi tidak perlu berpegangan tangan begitu”Gabriel mengangetkan Rio dan ify

Rio segera melepaskan tangan Ify  lalu kembali memasukan sampahnya ke kantong plastik baru.Sementara ify menunduk mengusap tanganya dan menghindari tatapan tajam Gabriel tak lama kemudian Ify bangkit akan mengumpulkan sampahnya,Gabriel mengikuti Ify dari belakang.
“liat saja..aku sudah punya rencana”Ujar Gabriel pelan sampai ify pun tidak mendengar

0 komentar:

Posting Komentar

 

EYES OPEN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review