Blogroll
Labels
- Another Life (16)
- Cerpen (14)
- Love your life (15)
- Red (7)
- Resensi (1)
- Sajak (7)
- taylor swift (9)
- Untuk Neptunus (1)
Watched
Senin, 07 Oktober 2013
Aku ingin menapaki awan
Wujudkan mimpi di angan
Aku ingin mendekap bintang
dan aku ingin terbang
Aku ingin Lari
Kemana saja seiring mimpi
Aku ingin beranjak pergi
untuk tau jati diri
**
Kau ingin pergi?
Bagaimana dengan cerita ini?
Coba lihat sejenak
apa masih ada dalam benak
Hari masih pagi
Ketika kamu kemari
dan mentari sembunyi
Jika kamu pergi
Aku ingat bagaimana bahagiamu
Bisa ada di sini
dari kamu yang asih biru
menjadi abu abu yang penuh misteri
Tiga tahun bukan waktu yang singkat
untuk pulang tanpa cerita
semua telah terikat
untuk kamu selamanya
Aku memberimu teman
Untuk selalu ada untukmu
Aku memberimu guru
Untuk membimbingmu
Aku memberimu cerita
Untuk kau kenang selalu
Seperti sebuah cerita tentang pagi yang ceria
Siang yang penat
dan nyanyian bel yang bahagia
Apa kamu masih ingat?
Lorong terasa sunyi
Langkah kaki menyepi
Lama lama semakin jauh
Seperti wana abumu
yang makin lama makin pudar
Aku ini rumahmu
Sudah tiga tahun begitu
kalau sekarang waktu berlalu
siapa yang akan jadi masa lalu?
**
Berat kaki ku pergi
ketika aku ingat lasan untuk tinggal
tapi waktu tidak mau berhenti
membiarkan aku tetap tinggal
aku seperti seekor nuri
yang baru bisa terbang
Aku ingin terbang pergi
Ingin tau apa yang ada di luar sana
Aku seperti busur panah
yang dilepas dengan gagah
Aku punya tujuan
Punya harapan
Aku seperti Nuri
Nanti kalau sudah senja
aku terbang kembali
seperti pulang ke rumah
Aku seperti panah
yang harus di beri arah
kalau tidak aku kalah
tidak berguna malah
Nanti kalau bintang ada di genggaman
aku akan membawanya pulang
kalau cita sudah di cengkaraman
Akan ku antar pulang
Aku akan pulang
untuk bawa semua kenangan
Tapi nanti ketika aku datang
aku sudah jadi apa yang di angan
Kalau senja
aku pasti datang
biar aku bisa
bawakan padamu bintang
**
(Song Aransemen)
aku mencintai jinggasaat semesta dinaungi semburat yang mempesona
jingga, semesta menjingga
ketika lamat-lamat suara jam menghitung detak jantung,
mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari
wahai senja..
terimalah aku sebagai kabut
setia menantimu menyambut malam
menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam
meruntuhkan segala penat dan kesenduan
bersujud hanya untuk satu nama teragung
dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,
aku ingin pulang di kala senja
kembali pada kisahku yang terukir di langit
hening dan abadi.
Wahai senja..
Nyanyikan apa saja tentang abu
bagai kabut yang kelabu
agar aku ingat selalu
ketika sudah waktu
aku ingin kembali ke masa lalu
WISH ME LUCK! OM AVIGHENAM ASTU NAMAH SVIDAM O:)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar