Sabtu, 17 Agustus 2013

Another Life l Sepuluh

Diposting oleh Ossi Widiari di 22.47


SEPULUH


 


Rio mencengkram kuat kuat  baju seragamnya,hatinya terasa perih.Selama ini semua sia sia saja,Gabriel bahkan tidak peduli lagi pada apa yang di katakannya.Setelah semua pengorbanan Rio? Rio merasa benar benar seperti sampah.Ia menatap kosong langit malam yang gelap,Sirius..dimana kamu?Sial,Rio lupa.Rio lupa satu kenyataan yang semakin menyakitinya,Ia telah melepaskan Siriusnya.Ify nya.Malam itu malam paling  pahit buat Rio,ia merasa orang yang paling menyedihkan.Kehilangan semuanya.

Gabriel menatap bayangan Rio yang benar benar terlihat hancur dari balik pintu,sebenarnya bukan ini yang diinginkannya.Ia merasa amarahnya berkurang setelah mendengar penuturan adik tirinya itu,Lagipula jika ia memikirkan dimana salah Rio,dia masih tidak tau dengan jelas.Walaupun Ibunya mengatakan dengan jelas,Rio bersalah jelas jelas bertanggung jawab dengan semua yang terjadi pada mereka.Gabriel menuruni tangga dengan perasaan kacau,Jadi siapa yang akan ia percaya?


‘Buk’Gabriel memegangi lengannya yang di bersentuhan cukup keras dengan seseorang.

“Oh Tuhan,Gabriel! Sukur aku menemukanmu”Seru Via setengah lega.Gabriel menatap Via heran.

“Ayo cepat!Ikut aku,Ify..dia..Pingsan”Sivia bergegas menarik tangan Gabriel menuju kamarnya.

Gabriel dan Via tiba di tempat Ify tidak lama kemudian,Ify terlihat menyedihkan bahkan sewaktu tidak menangis sekalipun.Gabriel mendadak merasakan perih dihatinya,selama ini ia berusaha melupakan Ify dan mengorbankan gadis itu pada Rio semenjak kematian Tristan,Gabriel menyadari itu.Ify dan Rio terikat sesuatu yang Gabriel tidak miliki,Lagipula sampai kapanpun Ify tidak akan menjadi miliknya.Lagi lagi karena Ibunya!Sekarang Gabriel merasa bersalah pada Ify,karena dialah Rio mengorbankan cintanya ini,lagi lagi Ify yang di korbankan.

“Iel..ayo cepat bawa dia”Sivia mengguncang guncang bahu Gabriel sambil berseru panic.

‘Ayo Agni bantu aku membawa dia ke mobilku”Gabriel langsung membopong tubuh Ify di bantu Agni.

Sivia terlihat berjalan bolak balik dengan gelisah di depan ruang UGD.Sivia ingat betul keadaan Ify terakhir kali saat ia masih sadar,Gadis itu berjalan lemas sambil memegangi dinding sementara air matanya meluncur dari pipinya.Mengingat itu saja sudah membuat Sivia sakit kepala.Ify bahkan tidak bicara apa apa ketika ditanya alasannya menangis dan membolos pelajaran ia hanya menangis dan berujung pingsan di depan mata Sivia.Sivia segera menelpon Agni dan mencari orang lain untuk membawa Ify ke rumah sakit.

Agni memutar otaknya mengingat kejadian terakhirnya saat bertemu Rio,kata kata anak itu.Oh tentu saja ! memangnya siapa lagi yang dekat dengan Ify.Rio.Sebenarnya apa yang di pikirkan anak itu,Kemana dia sekarang?Mengapa ia tidak ada bersama Ify?

“Rio”Geram  Agni.”Apa yang dilakukannya?”Agni menatap Gabriel tajam.

Gabriel memijat keningnya yang serasa berdenyut.Ia tidak terlalu kaget mendengar perkataan Agni,tapi ia bingung juga harus menjawab apa.Apakah haknya untuk menjelaskan?

“Ku rasa Rio adalah orang yang tepat untuk kau tanyai”Sahut Gabriel datar.Agni mencengram jari jarinya kuat kuat,Lihat saja Rio.

“Sivia, berhenti mondar mandir disana.Kau membuatku pusing”Gerutu Agni.

“Agni..kenapa lama sekali”Lirih Sivia sambil menatap Agni sendu “Apa yang terjadi pada Ify?”

“Aku tidak tau.Sudah tenang saja,dia pasti akan baik baik saja”Agni berusaha menyembunyikan ke khawatirannya juga.Bagaimanapun kalau ia juga cemas malah akan memperburuk suasana.

“Sivia,sebaiknya kau makan sesuatu dulu.Kau belum makan dari tadi”Sela Gabriel yang tau keadaan,Ia tidak mau membiarkan Sivia khawatir dan Agni lepas kendali.Itu hanya akan memperburuk suasana.”Agni kurasa aku akan membawakanmu makanan juga”Agni mengangguk pelan “Ayo Sivia”Sivia berjalan gontai mengikuti Gabriel.

“Agni..kalau terjadi sesuatu,Aku orang pertama yang kau harus hubungi”Ujar Sivia putus asa.

“Kau pikir akan terjadi apa,Ha?”Bentak Agni,Sivia tidak mengerti ia sama takutnya dengan dirinya jadi berhentilah memperburuk keadaan.

“Agni..Agni,Aku..”

“Sudahlah,Ayo Sivia”Gabriel menarik Sivia dari tempat itu untuk memberi ruang pada Agni.
Agni menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Ia merasa benar benar takut melihat keadaan Ify,Ify begitu lemah dan terluka.Agni belum pernah melihat temannya seperti itu.Apa yang di lakukan Rio pada Ify?

‘Arghhhh.Sial”Erang Agni.
***

“Sudahlah.Ify pasti akan baik baik saja”Hibur Gabriel.Sivia mengangguk kaku sambil memasukan satu suapan sandwich ke mulutnya dengan tidak bernafsu.

“Hei,bagaimana kalau nanti kita mengunjungi Ibuku.Dia punya tanaman langka baru”Sivia menggeleng pelan mendengar ajakan Gabriel.

“Trims,tapi kurasa aku tidak bisa meninggalkan Ify dan Agni”Gabriel menghela nafas pelan.

“Baiklah..Tapi percayalah,Ify pasti akan kembali”Gabriel menyentuh jemari Sivia lembut,Sivia hanya membalas dengan senyum tipis.

“Aku Cuma mengkhawatirkan keadaan Ify.Aku takut Iel”Suara Sivia bergetar.”Ify tidak mau cerita apa masalahnya”Serunya putus asa.

“Mungkin Ify merasa perlu waktu Via,tenang saja ya?”Sivia mengangguk.

“Aku mau pergi ke toilet dulu’Ujarnya.

Sivia melangkah menyusuri koridor rumah sakit,Ia mencari dimana letak toilet.Daritadi ia belum menemukannya juga.Sivia berjalan dengan langkah besar besar melewati beberapa kerumunan orang.Mendadak langkahnya berhenti ketika melewati satu kamar pasien,Sivia memicingkan matanya untuk melihat lebih jelas orang yang tengah berbaring disana.Sivia cukup terkejut ketika menyadari siapa orang dengan kemeja rumah sakit itu.

“Tante Miranda?”Gumam Sivia “Bukannya tadi Gabriel bilang Ibunya punya koleksi tanaman baru,Lalu kenapa malah terbaring di rumah sakit?”Tanyanya penasaran.Sivia berjalan mendekati kamar itu dengan rasa penasaran yang tinggi.

“Maaf,apa yang anda lakukan?”Sivia terlonjak ketika tanggannya di tahan seseorang

“Eh?’Sivia mendongak dan mendapati seorang polisi mencekal tangannya.

“Maaf,anda ada perlu apa?”Tanya polisi itu sekali lagi.

“Oh,saya hanya ingin menjenguk seseorang”Sahut Sivia.

“Apa anda keluarganya?’Sivia mendengus sebal.

“Tidak,saya teman anaknya”Sahut Sivia.

“Maaf, saya di larang mengizinkan orang lain masuk ke sana kecuali dokter dan keluarganya.”

“Memangnya kenapa?”Tanya Sivia heran.

“Dia tahanan kami”Sivia membuka mulutnya tidak percaya.

“Apa namanya Luna?”Tanya Sivia berpura pura.

“Oh bukan,Namanya Miranda”Mata Sivia terbelalak,Bagaimana bisa ini.

“Ohh..kalau begitu saya salah orang.Maafkan saya”Polisi itu mengangguk,Sivia memutar tubuhnya dan 
berjalan menjauh dengan perasaan tidak enak.

Bagaimana bisa? Tadi Gabriel bilang Ibunya ada di rumah sedangkan Sivia melihat sendiri Tante Miranda terbaring di rumah sakit dengan status tahanan.Pasti ada yang tidak beres,Sivia mengeluarkan ponselnya dan menelpon Gabriel.

“Hallo”

“..”

“Tidak.Aku dapat telpon dari sekolah,Ku rasa kau tidak keberatan mengurus izin kita untuk meninggalkan sekolah?”Kata Sivia berbohong.

“…”

“Oh baiklah,Terimakasih Gabriel”

Sivia tidak yakin ingin bertemu Gabriel setelah apa yang dilihatnya,Ia rasa ia butuh waktu untuk sendiri.Memikirkan hal yang baru dilihatnya dan mungkin saja nekat  menyelidikinya.
***
Rio menatap dengan yakin gedung di depannya,Ia harus mengetahui apa yang terjadi secepatnya.Rio memasuki gedung pengadilan itu dan langsung menuju front Office.Petugas Front Office menyambut ramah Rio,Rio balas tersenyum.

“Selamat Pagi”

“Selamat Pagi,ada yang bisa saya Bantu”

“Begini..saya ingin mencari arsip kasus keluarga saya beberapa tahun lalu”

“Oh  jadi begitu,Baiklah mari saya antar ke ruangan Mr.Tom.Saya rasa dia bisa membantu”Rio mengangguk sekilas lalu mengikuti langkah petugas tersebut.

Rio mengetuk ngetukan jarinya pada meja dengan lapisan kaca di depannya,Ia samar sama mendengar suara suara petugas penerima telpon dan percakapan orang kantor yang khas.Rio sedang menunggu seorang petugas pengadilan,Hari ini ia memutuskan menyelidiki tentang kasus Steve jadi tempat pertama yang di pikirkannya adalah pengadilan.

“Maaf Tuan,Silahkan anda mengikuti petugas itu menuju ruang arsip”Rio mengangguk dan tersenyum samar.Ia lalu bangkit dan berjalan di belakang petugas yang lainnya.
Rio melihat sekelilingnya yang terlihat seperti perpustakaan tapi lebih sepi,Ruang arsip.Rio berkeliling mencari berkas kematian kakaknya.Ia menelusuri rak rak sambil membaca tahun yang tertera disana sambil di bantu petugas tadi.

“Maaf Tuan,saya harus menerima telpon”Rio mengangguk sekilas dan melanjutkan pencariannya.
Rio tertegun melihat sebuah berkas dengan label keluarga Umari,Ify?Rio membaca berkas itu dengan teliti dan agak terkejut dengan isinya.Ify tidak pernah bercerita tentang ini atau mungkin ia tidak pernah tau?Rio membaca tahun yang tertera disana dan ia mendapatkan kesimpulan kalau gadis itu tidak pernah tau,Ify belum lahir saat itu.Rio membayangkan perasaan gadis itu jika tau orang tuanya hampir bercerai.Ahh..gadis seperti Ify dihadapkan dengan masalah seperti itu?Kepala Rio berdenyut denyut memikirkannya.Ia meletakan kembali berkas itu.

Rio menelusuri kembali rak rak dengan jejeran tahun itu.Ia meneliti setiap berkas berkas yang tertera disana.Yang mana milik keluarganya?Rio tersenyum tipis ketika menemukan berkas yang dicarinya di terletak paling ujung.Rio berjalan mendekat dan segera membaca isinya dengan teliti.Seketika jantung Rio serasa berhenti,matanya membelalak tidak percaya.Oh Tuhan,benarkah ini!

Rio membaca ulang dan hasilnya tetap sama.Rio tidak bermimpi.Ini mimpi buruk
‘Miranda Haling tersangka kasus pembunuhan putranya sendiri Steve Haling,Miranda menyewa beberapa orang untuk menghabisi nyawa Steve dengan cara sengaja menenggelamkannya di sebuah danau.Miranda di duga membunuh ayah Steve,Albert Haling.Tapi tidak terbukti.Karena itu Miranda dijatuhi hukuman 30 tahun penjara sesuai dengan pasal…………………..’

Mendadak kepala Rio terasa berat sementara pandangannya mengabur.Tubuh Rio melemas,Berkas yang ada di tangannya terjatuh.Rio terduduk lemas disana,Ia tidak kuat lagi membaca isi berkas itu.Satu kalimat tadi sudah cukup menghujam jantungnya.Pembunuh Steve adalah Ibu tirinya? Rio tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi,semuanya begitu mengejutkannya.Apa penyebab pembunuhan itu?setau Rio,Steve bukan anak yang suka mencari masalah.Tiba tiba pikirannya melayang pada Gabriel,apa Gabriel tau tentang ini sebelumnya?Tentu saja Gabriel mungkin tau!Rio menelan salivanya yang terasa pahit.

Rio menjambak kasar rambutnya karena frustasi,detik berikutnya handphonenya bergetar.Ia lalu mendekatkan ponselnya itu ke telinga.

“Alvin”

“Rio,kau membolos ya?”Rio tidak menjawab.

“Ada Gabriel juga?”

“Apa?Tidak tentu saja tidak”Sahut Rio.

“Ku kira kalian pergi bersama,habis ia tidak ada”Jelas Alvin “Kau dimana?”
Hening.

“Rio..Cakka mau bicara”Rio tidak terlalu peduli dengan perkataan Alvin.

“Rio”Rio mendengar suara khas Cakka.”Tadi Agni menelponku,kau sudah tau?”Tanya Cakka.

“Apa?”Tanya Rio Acuh.

“Soal Ify”Mata Rio mendadak terbelalak.

‘Apa yang terjadi”Seru Rio cepat.Terdengar helaan nafas Cakka disana.

“Ify..dia pingsan Rio,sampai sekarang belum siuman”Rio segera bangkit dan membawa berkas itu di tangannya.Ia melangkah lebar lebar keluar dari ruangan itu.

‘Aku akan ke sana,cepat beritau alamatnya”Desak Rio.

“Rio..Rio..jangan Rio ada Gabriel disana”Rio sudah tidak peduli lagi,Ia memutuskan hubungan telpon itu.

***

“Sivia,mana Gabriel?”Tanya Agni,Sivia hanya menggeleng lemah.

“Aku tidak ingin bertemu dia”Sahut Sivia “Please,jangan Tanya kenapa”Sela Via cepat sebelum Agni akan membuka mulut.”Jangan katakan aku dimana.Tolong ya Agni”Pinta Sivia.Agni mengangguk kecil.

“Baiklah,tapi kalau kau butuh bantuan,Kau tau kan?”Sivia mengangguk.

“Tenang saja,kau yang pertama kuhubungi”Jawabnya mantap.

“Baiklah,karna kau sudah kembali sebaiknya giliran aku yang makan”Sivia mengangguk.Agni segera bangkit dari tempat duduknya dan menghilang diujung koridor.

Kepala Sivia masih sakit memikirkan kejadian tadi.Kalau tahanan itu Ibu Gabriel, lalu siapa yang ia temui beberapa hari lalu?Apa yang sebenarnya terjadi!Apa yang di sembunyikan Gabriel dari mereka semua?

‘Ify..mana Ify”Sivia mendongakan kepalanya yang masih berat dan melihat sosok Rio.

“Rio?”Gumam Sivia.

“Sivia,cepat katakana dimana Ify”

“Ify..dia di dalam”Rio menerobos kasar pintu kamar Ify dan masuk ke dalamnya.

Rio menggengam tangan Ify yang terasa dingin,tangannya yang satunya mengusap pipi Ify lembut.Semua 
ini gara gara Rio,ia membuat Ify sakit!Ify memikirkannya.Sivia melihat kejadian itu sedikit tersentuh,Sivia mengerti arti tatapan Rio.Ia menghawatirkan Ify.

“Rio”Gumam Sivia “Apa yang terjadi dengan Ify?”Tanya Sivia.Rio hanya diam.

“Dia menggumamkan namamu saat dia pingsan”Rio tersentak.”Apa yang kau lakukan?”

“Aku..Sivia,aku tidak berguna.Aku bodoh”Ujar Rio putus asa.”Aku bilang pada Ify akan meninggalkannya,Aku..aku..tidak.Arghhh~”Geram Rio.

“Aku tau kau punya alas an yang bagus.Ku rasa setiap perpisahan harus punya alas an yang bagus”Rio memaki dalam hati,alasannya meninggalkan Ify tidak berguna seperti sampah!

“Gabriel,apa dia kemari”Sivia mengangguk pelan.

“Tadi dia kesini hanya sebentar”Seru Sivia.

“kemana dia?”Sivia menggidikan bahu.

“Entahlah..mungkin kembali ke sekolah atau bertemu Ibunya”Sivia menggigit bibirnya ketakutan membayangkan itu.

“Eh,kau tau Ibu Gabriel?”Tanya Rio kaget.Sivia mengangguk kaku.

“Kau bertemu dimana?”Sivia menatap Rio tidak yakin.

“Itu..aku,pernah bertemu di rumahnya”Jantung Rio seakan mau copot.Bukannya Ibunya di tahan?

“Tapi..”Ujar Sivia tidak yakin “Aku melihatnya di rumah sakit ini juga sebenarnya…hanya saja dia terlihat di jaga”

“Polisi?”Mata Sivia terbelalak menyadari perkataan Rio.”Aku tau Sivia”Ujar Rio “Baru saja,malah”Lanjutnya.

“Tapi tadi kau bilang kau juga menlihatnya dirumah?Apa tanpa penjagaan ketat?”Tanya Rio.


Sivia mengangguk “Jadi aku ingin tau apa yang sbenarnya terjadi”Ujarnya.

“Bagus,kita bisa menyelidiki bersama”Seru Rio.Sivia mengangguk bersemangat.

Rio menatap Ify dalam,lalu menggengam tangannya makin erat.Setelah ini ia akan kembali pada Ify,Rio sudah memutuskan meninggalkan Ify malah membuatnya seperti ini dan kenyataan tidak terjadi apa apa pada hubungan dengan Gabriel juga malah menohok perasaannya.Tidak berguna!

Gabriel mungkin akan terus di sisi Ify setelah ini.Ify mungkin akan menghabiskan banyak waktu dengan Gabriel sementara Rio membereskan urusannya dengan Sivia.Tapi lihat saja setelah ini,setelah Rio punya bukti siapa sebenarnya Gabriel dan keluarga ia berjanji akan merebut Ify.Tidak mungkin ia membiarkan Ify terlalu lama bersama pemangsa seperti mereka.Lihat saja!

To be continued

0 komentar:

Posting Komentar

 

EYES OPEN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review