SEPULUH
Rio mencengkram kuat kuat
baju seragamnya,hatinya terasa perih.Selama ini semua sia sia
saja,Gabriel bahkan tidak peduli lagi pada apa yang di katakannya.Setelah semua
pengorbanan Rio? Rio merasa benar benar seperti sampah.Ia menatap kosong langit
malam yang gelap,Sirius..dimana kamu?Sial,Rio lupa.Rio lupa satu kenyataan yang
semakin menyakitinya,Ia telah melepaskan Siriusnya.Ify nya.Malam itu malam
paling pahit buat Rio,ia merasa orang
yang paling menyedihkan.Kehilangan semuanya.
Gabriel menatap bayangan Rio yang benar benar terlihat hancur
dari balik pintu,sebenarnya bukan ini yang diinginkannya.Ia merasa amarahnya
berkurang setelah mendengar penuturan adik tirinya itu,Lagipula jika ia
memikirkan dimana salah Rio,dia masih tidak tau dengan jelas.Walaupun Ibunya
mengatakan dengan jelas,Rio bersalah jelas jelas bertanggung jawab dengan semua
yang terjadi pada mereka.Gabriel menuruni tangga dengan perasaan kacau,Jadi
siapa yang akan ia percaya?
‘Buk’Gabriel memegangi lengannya yang di bersentuhan cukup
keras dengan seseorang.
“Oh Tuhan,Gabriel! Sukur aku menemukanmu”Seru Via setengah
lega.Gabriel menatap Via heran.
“Ayo cepat!Ikut aku,Ify..dia..Pingsan”Sivia bergegas menarik
tangan Gabriel menuju kamarnya.
Gabriel dan Via tiba di tempat Ify tidak lama kemudian,Ify
terlihat menyedihkan bahkan sewaktu tidak menangis sekalipun.Gabriel mendadak
merasakan perih dihatinya,selama ini ia berusaha melupakan Ify dan mengorbankan
gadis itu pada Rio semenjak kematian Tristan,Gabriel menyadari itu.Ify dan Rio
terikat sesuatu yang Gabriel tidak miliki,Lagipula sampai kapanpun Ify tidak
akan menjadi miliknya.Lagi lagi karena Ibunya!Sekarang Gabriel merasa bersalah
pada Ify,karena dialah Rio mengorbankan cintanya ini,lagi lagi Ify yang di
korbankan.
“Iel..ayo cepat bawa dia”Sivia mengguncang guncang bahu Gabriel
sambil berseru panic.
‘Ayo Agni bantu aku membawa dia ke mobilku”Gabriel langsung
membopong tubuh Ify di bantu Agni.
Sivia terlihat berjalan bolak balik dengan gelisah di depan
ruang UGD.Sivia ingat betul keadaan Ify terakhir kali saat ia masih sadar,Gadis
itu berjalan lemas sambil memegangi dinding sementara air matanya meluncur dari
pipinya.Mengingat itu saja sudah membuat Sivia sakit kepala.Ify bahkan tidak
bicara apa apa ketika ditanya alasannya menangis dan membolos pelajaran ia
hanya menangis dan berujung pingsan di depan mata Sivia.Sivia segera menelpon
Agni dan mencari orang lain untuk membawa Ify ke rumah sakit.
Agni memutar otaknya mengingat kejadian terakhirnya saat
bertemu Rio,kata kata anak itu.Oh tentu saja ! memangnya siapa lagi yang dekat
dengan Ify.Rio.Sebenarnya apa yang di pikirkan anak itu,Kemana dia
sekarang?Mengapa ia tidak ada bersama Ify?
“Rio”Geram Agni.”Apa
yang dilakukannya?”Agni menatap Gabriel tajam.
Gabriel memijat keningnya yang serasa berdenyut.Ia tidak
terlalu kaget mendengar perkataan Agni,tapi ia bingung juga harus menjawab
apa.Apakah haknya untuk menjelaskan?
“Ku rasa Rio adalah orang yang tepat untuk kau tanyai”Sahut
Gabriel datar.Agni mencengram jari jarinya kuat kuat,Lihat saja Rio.
“Sivia, berhenti mondar mandir disana.Kau membuatku
pusing”Gerutu Agni.
“Agni..kenapa lama sekali”Lirih Sivia sambil menatap Agni
sendu “Apa yang terjadi pada Ify?”
“Aku tidak tau.Sudah tenang saja,dia pasti akan baik baik
saja”Agni berusaha menyembunyikan ke khawatirannya juga.Bagaimanapun kalau ia
juga cemas malah akan memperburuk suasana.
“Sivia,sebaiknya kau makan sesuatu dulu.Kau belum makan dari
tadi”Sela Gabriel yang tau keadaan,Ia tidak mau membiarkan Sivia khawatir dan
Agni lepas kendali.Itu hanya akan memperburuk suasana.”Agni kurasa aku akan
membawakanmu makanan juga”Agni mengangguk pelan “Ayo Sivia”Sivia berjalan
gontai mengikuti Gabriel.
“Agni..kalau terjadi sesuatu,Aku orang pertama yang kau
harus hubungi”Ujar Sivia putus asa.
“Kau pikir akan terjadi apa,Ha?”Bentak Agni,Sivia tidak
mengerti ia sama takutnya dengan dirinya jadi berhentilah memperburuk keadaan.
“Agni..Agni,Aku..”
“Sudahlah,Ayo Sivia”Gabriel menarik Sivia dari tempat itu
untuk memberi ruang pada Agni.
Agni menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Ia merasa benar
benar takut melihat keadaan Ify,Ify begitu lemah dan terluka.Agni belum pernah
melihat temannya seperti itu.Apa yang di lakukan Rio pada Ify?
‘Arghhhh.Sial”Erang Agni.
***
“Sudahlah.Ify pasti akan baik baik saja”Hibur Gabriel.Sivia
mengangguk kaku sambil memasukan satu suapan sandwich ke mulutnya dengan tidak
bernafsu.
“Hei,bagaimana kalau nanti kita mengunjungi Ibuku.Dia punya
tanaman langka baru”Sivia menggeleng pelan mendengar ajakan Gabriel.
“Trims,tapi kurasa aku tidak bisa meninggalkan Ify dan
Agni”Gabriel menghela nafas pelan.
“Baiklah..Tapi percayalah,Ify pasti akan kembali”Gabriel
menyentuh jemari Sivia lembut,Sivia hanya membalas dengan senyum tipis.
“Aku Cuma mengkhawatirkan keadaan Ify.Aku takut Iel”Suara
Sivia bergetar.”Ify tidak mau cerita apa masalahnya”Serunya putus asa.
“Mungkin Ify merasa perlu waktu Via,tenang saja ya?”Sivia
mengangguk.
“Aku mau pergi ke toilet dulu’Ujarnya.
Sivia melangkah menyusuri koridor rumah sakit,Ia mencari
dimana letak toilet.Daritadi ia belum menemukannya juga.Sivia berjalan dengan
langkah besar besar melewati beberapa kerumunan orang.Mendadak langkahnya
berhenti ketika melewati satu kamar pasien,Sivia memicingkan matanya untuk
melihat lebih jelas orang yang tengah berbaring disana.Sivia cukup terkejut
ketika menyadari siapa orang dengan kemeja rumah sakit itu.
“Tante Miranda?”Gumam Sivia “Bukannya tadi Gabriel bilang
Ibunya punya koleksi tanaman baru,Lalu kenapa malah terbaring di rumah
sakit?”Tanyanya penasaran.Sivia berjalan mendekati kamar itu dengan rasa
penasaran yang tinggi.
“Maaf,apa yang anda lakukan?”Sivia terlonjak ketika
tanggannya di tahan seseorang
“Eh?’Sivia mendongak dan mendapati seorang polisi mencekal
tangannya.
“Maaf,anda ada perlu apa?”Tanya polisi itu sekali lagi.
“Oh,saya hanya ingin menjenguk seseorang”Sahut Sivia.
“Apa anda keluarganya?’Sivia mendengus sebal.
“Tidak,saya teman anaknya”Sahut Sivia.
“Maaf, saya di larang mengizinkan orang lain masuk ke sana
kecuali dokter dan keluarganya.”
“Memangnya kenapa?”Tanya Sivia heran.
“Dia tahanan kami”Sivia membuka mulutnya tidak percaya.
“Apa namanya Luna?”Tanya Sivia berpura pura.
“Oh bukan,Namanya Miranda”Mata Sivia terbelalak,Bagaimana
bisa ini.
“Ohh..kalau begitu saya salah orang.Maafkan saya”Polisi itu
mengangguk,Sivia memutar tubuhnya dan
berjalan menjauh dengan perasaan tidak
enak.
Bagaimana bisa? Tadi Gabriel bilang Ibunya ada di rumah
sedangkan Sivia melihat sendiri Tante Miranda terbaring di rumah sakit dengan
status tahanan.Pasti ada yang tidak beres,Sivia mengeluarkan ponselnya dan
menelpon Gabriel.
“Hallo”
“..”
“Tidak.Aku dapat telpon dari sekolah,Ku rasa kau tidak
keberatan mengurus izin kita untuk meninggalkan sekolah?”Kata Sivia berbohong.
“…”
“Oh baiklah,Terimakasih Gabriel”
Sivia tidak yakin ingin bertemu Gabriel setelah apa yang
dilihatnya,Ia rasa ia butuh waktu untuk sendiri.Memikirkan hal yang baru
dilihatnya dan mungkin saja nekat
menyelidikinya.
***
Rio menatap dengan yakin gedung di depannya,Ia harus
mengetahui apa yang terjadi secepatnya.Rio memasuki gedung pengadilan itu dan
langsung menuju front Office.Petugas Front Office menyambut ramah Rio,Rio balas
tersenyum.
“Selamat Pagi”
“Selamat Pagi,ada yang bisa saya Bantu”
“Begini..saya ingin mencari arsip kasus keluarga saya
beberapa tahun lalu”
“Oh jadi
begitu,Baiklah mari saya antar ke ruangan Mr.Tom.Saya rasa dia bisa
membantu”Rio mengangguk sekilas lalu mengikuti langkah petugas tersebut.
Rio mengetuk ngetukan jarinya pada meja dengan lapisan kaca
di depannya,Ia samar sama mendengar suara suara petugas penerima telpon dan
percakapan orang kantor yang khas.Rio sedang menunggu seorang petugas
pengadilan,Hari ini ia memutuskan menyelidiki tentang kasus Steve jadi tempat
pertama yang di pikirkannya adalah pengadilan.
“Maaf Tuan,Silahkan anda mengikuti petugas itu menuju ruang
arsip”Rio mengangguk dan tersenyum samar.Ia lalu bangkit dan berjalan di
belakang petugas yang lainnya.
Rio melihat sekelilingnya yang terlihat seperti perpustakaan
tapi lebih sepi,Ruang arsip.Rio berkeliling mencari berkas kematian kakaknya.Ia
menelusuri rak rak sambil membaca tahun yang tertera disana sambil di bantu
petugas tadi.
“Maaf Tuan,saya harus menerima telpon”Rio mengangguk sekilas
dan melanjutkan pencariannya.
Rio tertegun melihat sebuah berkas dengan label keluarga
Umari,Ify?Rio membaca berkas itu dengan teliti dan agak terkejut dengan
isinya.Ify tidak pernah bercerita tentang ini atau mungkin ia tidak pernah
tau?Rio membaca tahun yang tertera disana dan ia mendapatkan kesimpulan kalau
gadis itu tidak pernah tau,Ify belum lahir saat itu.Rio membayangkan perasaan
gadis itu jika tau orang tuanya hampir bercerai.Ahh..gadis seperti Ify
dihadapkan dengan masalah seperti itu?Kepala Rio berdenyut denyut
memikirkannya.Ia meletakan kembali berkas itu.
Rio menelusuri kembali rak rak dengan jejeran tahun itu.Ia
meneliti setiap berkas berkas yang tertera disana.Yang mana milik
keluarganya?Rio tersenyum tipis ketika menemukan berkas yang dicarinya di
terletak paling ujung.Rio berjalan mendekat dan segera membaca isinya dengan
teliti.Seketika jantung Rio serasa berhenti,matanya membelalak tidak percaya.Oh
Tuhan,benarkah ini!
Rio membaca ulang dan hasilnya tetap sama.Rio tidak
bermimpi.Ini mimpi buruk
‘Miranda Haling tersangka kasus pembunuhan putranya sendiri
Steve Haling,Miranda menyewa beberapa orang untuk menghabisi nyawa Steve dengan
cara sengaja menenggelamkannya di sebuah danau.Miranda di duga membunuh ayah
Steve,Albert Haling.Tapi tidak terbukti.Karena itu Miranda dijatuhi hukuman 30
tahun penjara sesuai dengan pasal…………………..’
Mendadak kepala Rio terasa berat sementara pandangannya
mengabur.Tubuh Rio melemas,Berkas yang ada di tangannya terjatuh.Rio terduduk
lemas disana,Ia tidak kuat lagi membaca isi berkas itu.Satu kalimat tadi sudah
cukup menghujam jantungnya.Pembunuh Steve adalah Ibu tirinya? Rio tidak bisa
percaya dengan apa yang terjadi,semuanya begitu mengejutkannya.Apa penyebab
pembunuhan itu?setau Rio,Steve bukan anak yang suka mencari masalah.Tiba tiba
pikirannya melayang pada Gabriel,apa Gabriel tau tentang ini sebelumnya?Tentu
saja Gabriel mungkin tau!Rio menelan salivanya yang terasa pahit.
Rio menjambak kasar rambutnya karena frustasi,detik
berikutnya handphonenya bergetar.Ia lalu mendekatkan ponselnya itu ke telinga.
“Alvin”
“Rio,kau membolos ya?”Rio tidak menjawab.
“Ada Gabriel juga?”
“Apa?Tidak tentu saja tidak”Sahut Rio.
“Ku kira kalian pergi bersama,habis ia tidak ada”Jelas Alvin
“Kau dimana?”
Hening.
“Rio..Cakka mau bicara”Rio tidak terlalu peduli dengan
perkataan Alvin.
“Rio”Rio mendengar suara khas Cakka.”Tadi Agni
menelponku,kau sudah tau?”Tanya Cakka.
“Apa?”Tanya Rio Acuh.
“Soal Ify”Mata Rio mendadak terbelalak.
‘Apa yang terjadi”Seru Rio cepat.Terdengar helaan nafas
Cakka disana.
“Ify..dia pingsan Rio,sampai sekarang belum siuman”Rio
segera bangkit dan membawa berkas itu di tangannya.Ia melangkah lebar lebar
keluar dari ruangan itu.
‘Aku akan ke sana,cepat beritau alamatnya”Desak Rio.
“Rio..Rio..jangan Rio ada Gabriel disana”Rio sudah tidak
peduli lagi,Ia memutuskan hubungan telpon itu.
***
“Sivia,mana Gabriel?”Tanya Agni,Sivia hanya menggeleng
lemah.
“Aku tidak ingin bertemu dia”Sahut Sivia “Please,jangan
Tanya kenapa”Sela Via cepat sebelum Agni akan membuka mulut.”Jangan katakan aku
dimana.Tolong ya Agni”Pinta Sivia.Agni mengangguk kecil.
“Baiklah,tapi kalau kau butuh bantuan,Kau tau kan?”Sivia
mengangguk.
“Tenang saja,kau yang pertama kuhubungi”Jawabnya mantap.
“Baiklah,karna kau sudah kembali sebaiknya giliran aku yang
makan”Sivia mengangguk.Agni segera bangkit dari tempat duduknya dan menghilang
diujung koridor.
Kepala Sivia masih sakit memikirkan kejadian tadi.Kalau
tahanan itu Ibu Gabriel, lalu siapa yang ia temui beberapa hari lalu?Apa yang
sebenarnya terjadi!Apa yang di sembunyikan Gabriel dari mereka semua?
‘Ify..mana Ify”Sivia mendongakan kepalanya yang masih berat
dan melihat sosok Rio.
“Rio?”Gumam Sivia.
“Sivia,cepat katakana dimana Ify”
“Ify..dia di dalam”Rio menerobos kasar pintu kamar Ify dan
masuk ke dalamnya.
Rio menggengam tangan Ify yang terasa dingin,tangannya yang
satunya mengusap pipi Ify lembut.Semua
ini gara gara Rio,ia membuat Ify
sakit!Ify memikirkannya.Sivia melihat kejadian itu sedikit tersentuh,Sivia mengerti
arti tatapan Rio.Ia menghawatirkan Ify.
“Rio”Gumam Sivia “Apa yang terjadi dengan Ify?”Tanya
Sivia.Rio hanya diam.
“Dia menggumamkan namamu saat dia pingsan”Rio tersentak.”Apa
yang kau lakukan?”
“Aku..Sivia,aku tidak berguna.Aku bodoh”Ujar Rio putus
asa.”Aku bilang pada Ify akan meninggalkannya,Aku..aku..tidak.Arghhh~”Geram
Rio.
“Aku tau kau punya alas an yang bagus.Ku rasa setiap
perpisahan harus punya alas an yang bagus”Rio memaki dalam hati,alasannya
meninggalkan Ify tidak berguna seperti sampah!
“Gabriel,apa dia kemari”Sivia mengangguk pelan.
“Tadi dia kesini hanya sebentar”Seru Sivia.
“kemana dia?”Sivia menggidikan bahu.
“Entahlah..mungkin kembali ke sekolah atau bertemu
Ibunya”Sivia menggigit bibirnya ketakutan membayangkan itu.
“Eh,kau tau Ibu Gabriel?”Tanya Rio kaget.Sivia mengangguk
kaku.
“Kau bertemu dimana?”Sivia menatap Rio tidak yakin.
“Itu..aku,pernah bertemu di rumahnya”Jantung Rio seakan mau
copot.Bukannya Ibunya di tahan?
“Tapi..”Ujar Sivia tidak yakin “Aku melihatnya di rumah
sakit ini juga sebenarnya…hanya saja dia terlihat di jaga”
“Polisi?”Mata Sivia terbelalak menyadari perkataan Rio.”Aku
tau Sivia”Ujar Rio “Baru saja,malah”Lanjutnya.
“Tapi tadi kau bilang kau juga menlihatnya dirumah?Apa tanpa
penjagaan ketat?”Tanya Rio.
Sivia mengangguk “Jadi aku ingin tau apa yang sbenarnya
terjadi”Ujarnya.
“Bagus,kita bisa menyelidiki bersama”Seru Rio.Sivia
mengangguk bersemangat.
Rio menatap Ify dalam,lalu menggengam tangannya makin
erat.Setelah ini ia akan kembali pada Ify,Rio sudah memutuskan meninggalkan Ify
malah membuatnya seperti ini dan kenyataan tidak terjadi apa apa pada hubungan
dengan Gabriel juga malah menohok perasaannya.Tidak berguna!
Gabriel mungkin akan terus di sisi Ify setelah ini.Ify
mungkin akan menghabiskan banyak waktu dengan Gabriel sementara Rio membereskan
urusannya dengan Sivia.Tapi lihat saja setelah ini,setelah Rio punya bukti
siapa sebenarnya Gabriel dan keluarga ia berjanji akan merebut Ify.Tidak
mungkin ia membiarkan Ify terlalu lama bersama pemangsa seperti mereka.Lihat
saja!
To be continued



0 komentar:
Posting Komentar