Teman.Seperti
apa kita memaknai kesusahannya
Mungkin saat ini kamu sedang duduk sendiri sambil bertopang
dagu memikirkan gebetan yang nggak nembak nembak juga.Oke! Bukan masalah besar,
ini Cuma hal cemen yang selalu nggak pernah bisa kita takhlukan.Cinta.
Tapi kalau di putar ulang lagi,kenapa
kamu mesti meratapinya sendiri?
Bukannya sewaktu mesra mesranya sama doi ada ‘sohib’ kamu yang sering berkicau
‘cieee..ciee’ setiap waktu? Jadi sekarang harusya dia berkicau lagi tentang kata kata penghiburan,bukannya
dia tau bagaimana ceritamu?
Sekarang,kenapa ada bisikan ‘dia
temen gue ga sih?!’ dihatimu.Jadi kamu menyesal terlalu membuka hatimu pada
sahabatmu,membiarkan dia merasakan perasaanmu? Mengetahui kelemahanmu.
Jadi kamu mulai sadar,apa makna
persahabatan sebetulnya? Sebenarnya bukan
soal ada saat sedih ataupun senang saja.Bukan soal seberapa sering kamu curhat
sama dia sampai di tegur guru di kelas.Bukan.
Kamu mengenal dia sebagai orang
asing,kemudian bicara padanya bagai orang asing yang sedang bercermin,banyak
kesamaan.Kemudian kamu berfikir dia pasti tau bagaimana perasaanmu,dia mengerti
.Hanya karena dia punya banyak kesamaan dia pasti tau bagaimana rasanya.
Jadi salahkah kamu memilih teman jika
ternyata saat kamu down dia malah
menghilang? Ohh itu masih lebih baik daripada dia berdiri di belakangmu sambil
tersenyum.Kamu pasti menyesal,kesal,mungkin berencana mencari teman yang
lainnya lagi.Entahlah.
Tapi mau berulang kali mencoba kamu
mungkin akan gagal lagi,sampai kamu mau melihat kebelakang mencoba berhenti
menyalahkan temanmu tetapi melihat ke dirimu juga,Bukannya diawal kalian
seperti cermin? Jadi kenapa hanya mencelanya tanpa mencela dirimu sendiri?
Pernahkah kamu mencari cari alasannya
dia menjauh? Mungkin kamu terlalu sibuk dengan gebetan mu dulu jadi dia merasa
kamu tidak punya waktu lagi untuknya?
atau kamu tidak pernah mendengar ceritanya lagi? Sehingga dia mulai
bercerita dengan yang lain . Mungkin dia sudah bosan? Karena kamu bercerita tentang hal yang sama
saja.Mungkin ada yang lebih baik dari kamu baginya?
Bukannya sebagai teman dia
‘seharusnya’ tetap bertahan? Kamu salah!,tidak ada alasan dia bertahan sebagai
temanmu jika kenyataannya kamu sendiri tidak mau sedikit ‘memperjuangkan’
dia.Kamu mau didengar? Coba kamu sesekali mendengar,Kamu ingin di hibur? Coba
sesekali kamu memeluknya saat dia
terluka,Kamu ingin dia mengerti? Mudah
saja,mulailah memahami seperti apa dia yang sebenarnya.Persahabatan itu seperti
cermin,memberi apa yang kita beri.
@ossiwidiari_



0 komentar:
Posting Komentar