Senin, 17 Juni 2013

Best Friend its Hard to Find

Diposting oleh Ossi Widiari di 19.23




          Teman.Seperti apa kita memaknai kesusahannya
Mungkin saat ini  kamu sedang duduk sendiri sambil bertopang dagu memikirkan gebetan yang nggak nembak nembak juga.Oke! Bukan masalah besar, ini Cuma hal cemen yang selalu nggak pernah bisa kita takhlukan.Cinta.
Tapi kalau di putar ulang lagi,kenapa kamu mesti meratapinya sendiri? Bukannya sewaktu mesra mesranya sama doi ada ‘sohib’ kamu yang sering berkicau ‘cieee..ciee’ setiap waktu? Jadi sekarang harusya dia berkicau  lagi tentang kata kata penghiburan,bukannya dia tau bagaimana ceritamu?
Sekarang,kenapa ada bisikan ‘dia temen gue ga sih?!’ dihatimu.Jadi kamu menyesal terlalu membuka hatimu pada sahabatmu,membiarkan dia merasakan perasaanmu? Mengetahui kelemahanmu.
Jadi kamu mulai sadar,apa makna persahabatan sebetulnya?  Sebenarnya bukan soal ada saat sedih ataupun senang saja.Bukan soal seberapa sering kamu curhat sama dia sampai di tegur guru di kelas.Bukan.
Kamu mengenal dia sebagai orang asing,kemudian bicara padanya bagai orang asing yang sedang bercermin,banyak kesamaan.Kemudian kamu berfikir dia pasti tau bagaimana perasaanmu,dia mengerti .Hanya karena dia punya banyak kesamaan dia pasti tau bagaimana rasanya.


Jadi salahkah kamu memilih teman jika ternyata saat kamu down dia malah menghilang? Ohh itu masih lebih baik daripada dia berdiri di belakangmu sambil tersenyum.Kamu pasti menyesal,kesal,mungkin berencana mencari teman yang lainnya lagi.Entahlah.
Tapi mau berulang kali mencoba kamu mungkin akan gagal lagi,sampai kamu mau melihat kebelakang mencoba berhenti menyalahkan temanmu tetapi melihat ke dirimu juga,Bukannya diawal kalian seperti cermin? Jadi kenapa hanya mencelanya tanpa mencela dirimu sendiri?
Pernahkah kamu mencari cari alasannya dia menjauh? Mungkin kamu terlalu sibuk dengan gebetan mu dulu jadi dia merasa kamu tidak punya waktu lagi untuknya?  atau kamu tidak pernah mendengar ceritanya lagi? Sehingga dia mulai bercerita dengan yang lain . Mungkin dia sudah bosan?  Karena kamu bercerita tentang hal yang sama saja.Mungkin ada yang lebih baik dari kamu baginya?
Bukannya sebagai teman dia ‘seharusnya’ tetap bertahan? Kamu salah!,tidak ada alasan dia bertahan sebagai temanmu jika kenyataannya kamu sendiri tidak mau sedikit ‘memperjuangkan’ dia.Kamu mau didengar? Coba kamu sesekali mendengar,Kamu ingin di hibur? Coba sesekali kamu  memeluknya saat dia terluka,Kamu ingin dia mengerti?  Mudah saja,mulailah memahami seperti apa dia yang sebenarnya.Persahabatan itu seperti cermin,memberi apa yang kita beri.


@ossiwidiari_

0 komentar:

Posting Komentar

 

EYES OPEN Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review